Rabu, 11 Desember 2013 6 komentar

Merindukan seseorang yang telah aku buang.

Aku tak pernah tau kenapa aku menulis ini. Entahlah, jemariku tiba tiba ingin menuliskan kalimat demi kalimat tentang perasaan yang akhir akhir ini aku rasakan.
Aku tak pernah berani mengatakan ini rindu. Tetapi sepertinya ini memang rindu. Jika tidak, mengapa sampai sesesak ini?
Aku pernah merasakan sesak seperti ini. Yaa, dulu ketika ada seseorang yang memutuskan untuk pergi dan tak kembali. Dan sekarang aku merasakan lagi. Tapi kali ini bukan karena ada seseorang yang pergi meninggalkan, tetapi karena aku mencoba untuk melepaskan seseorang.
Aku tak pernah tau mengapa aku seperti ini. Merindukan seseorang yang jelas jelas sudah aku buang. Merindukan sosok itu disaat dia tak lagi bersamaku, dan itu karena aku.
Menyesal? Tidak. Aku tak pernah menyesal dengan apa yang sudah menjadi keputusanku. Aku hanya sedikit merindu. Merindu sosokmu yang kini berbalik acuh padaku.
Mungkin mereka benar, kita akan mencari cari orang yang sudah kita buang disaat dia benar benar pergi menghilang.
Ahh, aku tak tau harus berbuat apa. Apa aku harus menuliskan kalimat "aku merindukanmu" di sebuah pesan singkat dan aku kirimkan kepadamu? Sepertinya mustahil. Aku tak pernah punya nyali untuk melakukan hal senekat itu.
Apa kata dirimu nanti? Seolah olah kamu akan merasa menang dengan melihat tingkahku saat ini. Aku memang tak berani mengatakan jika aku merindukanmu sekarang. Aku hanya berani menuliskan semua kerinduanku disini. Dengan barisan barisan abjad yang aku tulis dengan jemariku sambil menahan rasa sesak di dada.
Jika aku bisa mencekikmu, aku akan mencekikmu sekarang. Supaya kamu bisa merasakan betapa sesaknya aku menahan rindu ini sendiri.
Yaaa, aku mungkin pernah salah melepasmu. Tapi bukan berarti aku menginginkanmu kembali. Bukan. Aku hanya rindu sosokmu, itu saja. 
Semoga dengan tulisan ini, kamu bisa tau. Betapa aku rindu akan sosokmu. SEMOGA!








-little queen-
Senin, 14 Oktober 2013 0 komentar

Sesosok pria itu...

Entah kenapa tiba - tiba aku ingin menulis ini. Menuliskan cerita tentangmu yang bukan siapa - siapaku. Aku tak pernah tau kenapa aku ingin menuliskan cerita tentangmu.
Kamu, sesosok pria yang kini dekat denganku tiba - tiba menyusup masuk kehatiku bak seorang pencuri ulung. Entah karena apa aku tiba - tiba bisa membiarkanmu masuk. Ah, entahlah.
Aku sempat mengacuhkanmu. Mengacuhkan semua tingkah yang kau lakukan untukku. Aku tak begitu suka dengan sikapmu. Sikap yang aku anggap berlebihan, aku tak pernah suka itu. Tapi kini aku tak tau mengapa tiba - tiba aku dengan suka rela memberimu ruang yang aku sendiri tak tau alasannya.
Aku hanya mencoba membuka. Membuka semua pintu yang selama ini terkunci rapat. Tapi sepertinya tanpa aku membukanya, kamu dengan sendirinya akan mendobrak pintu itu supaya kamu dapat masuk kedalamnya.
Tuan, aku suka situasi seperti ini. Aku suka sikap kamu yang tidak terburu - buru dalam mengambil semua keputusan. Aku suka sikap kamu yang santai dan apa adanya. Aku suka seperti ini.
Tetap seperti ini tuan, supaya semuanya tetap baik - baik saja. Semua yang dilakukan dengan tak terburu - buru pasti akan indah pada waktunya.
Bersabarlah tuan, Tuhan sudah menyiapkan cerita yang harus kita perankan nantinya. Dan percayalah, Tuhan tak akan pernah memberikan cerita yang buruk untuk kita. PERCAYALAH!







-little queen-
Jumat, 04 Oktober 2013 6 komentar

Aku rindu kalian. TEMAN.

Ini tulisan tentang kalian, kalian yang selalu aku sayang. Kalian yang selalu aku ingat dalam ingatan. Yaa, ini tentang kalian TEMAN.
Aku rindu kalian, kalian yang selalu ada di setiap hariku. Kalian yang selalu ada di setiap sedih dan senangku. Yaa, kalian TEMAN.
Entah kenapa aku ingin menulis ini, menulis semua rasa yang selalu mengganjal di sini (hati). Ini bukan tulisan cinta yang sering aku tulis untuk mereka yang singgah lalu kemudian pergi tak kembali. Ini hanya sekedar tulisan dari seorang teman yang rindu akan sosok TEMANnya.
Aku tak pernah bisa mengerti kenapa semua bisa berjalan seperti ini. Kalian yang dulu selalu ada di setiap hariku, kalian yang dulu selalu ada di setiap sedih dan senangku. Kini hilang bak ditelan bumi.
Masih ingatkah kalian padaku teman?
Sungguh, aku rindu kalian. Aku rindu akan sosok kalian yang selalu memberiku semangat dan juga tawa yang sumringah. Aku rindu itu teman.
Aku rindu makan bersama kalian sambil mercerita tentang semua orang yang kita suka dan kita tak suka. Aku benar - benar rindu itu teman.
Aku rindu kalian duduk disampingku sambil mendengarkan cerita yang aku ceritakan dengan penuh semangat. Aku rindu itu.
Aku juga rindu ketika kita mulai bosan akan rutinitas kita setiap hari, lalu kita memutuskan untuk pergi bersama menghilangkan semua kebosanan yang kita alami. Ah, aku sangat merindukan itu.
Kini, kita seperti orang asing yang tak pernah saling mengenal. Kita seperti seorang musuh yang tak pernah mau mendekati lawannya. Sungguh menyedihkan.
Lupakah kalian akan semua yang sudah kita lewati setiap harinya dulu? Lupakah kalian akan semua keterpurukan dan kesenengan kita dulu? Mungkin kalian lupa, tapi aku tak akan pernah lupa. TIDAK AKAN PERNAH
Aku selalu menganggap kalian ada. Entah kalian menganggap aku ada atau tidak, akupun tak pernah peduli itu. Kalian tetap temanku, teman yang selalu menemani sedih dan senangku (dulu). Entah kalian ingat atau tidak, aku selalu ingat kalian di sini.
Kalian bukan sosok sembarangan yang bisa aku lupakan. Mungkin mudah melupakan seorang pria yang singgah lalu pergi meninggalkanku begitu saja. Tapi tidak dengan kalian, kalian sosok yang tak akan pernah bisa aku lupakan dalam ingatan.
Kalian pernah mengisi cerita kehidupanku, cerita senang dan sedih yang sudah Tuhan atur untukku. Kalian sosok yang selalu aku tunggu.

"Aku, seorang teman yang rindu akan sosok kalian. Hanya bisa berharap semoga kalian baik - baik saja dan tak akan pernah lupa akan sosokku disini :)"









-little queen-
Sabtu, 28 September 2013 0 komentar

Tuhan selalu kasih liat mana yang baik dan mana yang buruk

Apa yang seharusnya pergi, pasti akan pergi juga. Bagaimanapun kita menggenggamnya, pasti akan pergi dan lepas juga.
Aku pernah merasakan ini, kehilangan lalu mencari. Kemudian bersama lagi.
Yaa, aku pernah merasakan itu. Beberapa bulan yang lalu. Aku bertemu denganmu, sosok yang aku anggap memang diciptakan untukku. Tapi ternyata tidak.
Kamu sempat pergi, kemudian aku mencari. Iyaa, hanya aku yang mencarimu. Kamu? Tak pernah. Aku pernah bilang pada diriku sendiri, "jika memang dia milikku, pasti akan kembali." Dan benar, kamu kembali. 
Aku menganggap kamu benar untukku, benar diciptakan untuk mendampingiku. Entah mengapa aku selalu merasa tak pernah puas akan cerita tentangmu. Aku selalu mecoba mencari tau, mencari tau semua yang ada pada dirimu.
Benar, Tuhan menunjukkan itu semua. Aku tau tentang dirimu tuan, tentang kamu yang selama ini tak pernah aku tau. Aku kecewa, sangat kecewa. Tapi aku tau, Tuhan pasti kasih liat aku seperti ini karena DIA sayang aku. DIA sangat sayang aku.
Aku dikasih liat tentang semua yang ada di dirimu. Dan aku mulai sadar, kamu tak baik untukku. Tak cukup sekali, tapi berkali kali Tuhan kasih liat ini ke aku.
Aku selalu menutup mata dan menutup telinga. Aku seolah - olah buta dan tuli akan semua yang Tuhan kasih liat ke aku. Tapi sekarang aku tak ingin buta dan tuli lagi. Aku mulai sadar ini memang tak baik untukku. Tak baik jika memang diteruskan.
Tuan, berubahlah. Ini demi kebaikanmu. Tuhan selalu menyayangimu, Tuhan mungkin belum memberimu peringatan. Tapi suatu saat Tuhan pasti kasih peringatan supaya kamu lebih menghargai apa yang telah Tuhan kasih buat kamu.
Aku tak pernah peduli dengan semua perkataanmu tentangku. Aku tak pernah peduli tentang semua pemikiranmu tentang aku. Aku tak pernah peduli itu tuan. Aku cukup mendo'akan untuk kebaikanmu, semoga kamu benar - benar bisa menghargai seseorang dan juga menghargai semua yang sudah Tuhan kasih buat kamu :)

"Semua yang bukan untuk kita dan yang tak baik untuk kita, pasti akan pergi dan dikasih liat sama Tuhan."




-little queen-
Sabtu, 21 September 2013 0 komentar

Aku hanya ingin kau mengingatku.

Aku perlahan lahan mulai sadar. Mulai sadar tentang apa yang kita jalani selama ini. Entah ini hanya perasaan burukku saja atau memang ini benar adanya.
Kita menjalin sebuah hubungan. Hubungan yang kita harap bisa menjadi indah nantinya.
Iyaa, kisah ini indah di awal. Dan semakin tak karuan setiap perjalanannya.
Kita, sepasang kekasih yang saling mencintai. Mencoba menyatukan dua hati yang berbeda. Ahhh.. Sepertinya aku salah, bukan saling. Tapi hanya salah satu yang mencoba berjuang. Berjuang untuk menyatukan hati yang berbeda ini.
Kamu, sikap dingin yang kamu berikan setiap hari membuatku merasa tak pernah ada. Kamu, sikap acuhmu yang kamu berikan setiap hari membuatku merasa tak pernah dianggap. Apakah dua orang yang sedang menjalin sebuah hubungan percintaan seperti ini adanya? Tidak.


Ini kisah bukan hanya tentang kamu ataupun tentang aku saja. Ini kisah tentang kita. Tentang aku dan kamu.

Kamu tau? setiap aku membuka mata, kamu orang yang selalu aku ingat. Tapi kamu? Ah, sepertinya kamu tak pernah mengingatku disaat kamu membuka mata ketika kau terbangun dari tidurmu. Menyapaku saja tidak, apalagi mengucapkan selamat pagi untukku. Itu hal yang sangat mustahil untuk kau lakukan. 
Aku selalu berfikir, seperti inikah menjalin hubungan denganmu? Yang tak pernah mau menyapa ataupun mengingatkanku makan?
Bukan, aku bukan menginginkan cara berpacaran seperti para ABG yang setiap detik harus terus memberi kabar. Aku hanya ingin kamu menganggap aku ada, dan mengingat keberadaanku. Hanya itu. Bukankah itu permintaan yang sangat mudah tuan?
Aku tak pernah memintamu untuk selalu berada disampingku 24 jam. Aku tak pernah memintamu untuk selalu mengirimkan pesan untukku. Tak pernah. Aku hanya memintamu untuk selalu ingat aku. HANYA ITU!








-little queen-
Sabtu, 03 Agustus 2013 0 komentar

Jarak

Aku mulai terbiasa dengan jarak ini, jarak yang membuat kita tak bisa bertatapan muka setiap hari. Aku mulai berteman dengan jarak ini, jarak yang selalu hadir dalam setiap kisah kita. Aku mulai terbiasa olehnya. Jarak ini selalu ada dan selalu hadir dalam setiap kisah yang kita buat setiap harinya. Dia seolah - olah menjadi mimpi buruk yang selalu ingin kita hilangkan ketika kita terbangun dari tidur. Jarak ini sudah menjadi bayangan, bayangan disetiap kita melangkah. 
Aku tak pernah menyesal ketika aku memutuskan untuk berteman dengannya. Justru jarak ini yang mengajarkanku untuk bisa merindukanmu. Jarak yang membuatku merindukanmu setiap harinya. Jarak yang selalu menguatkanku ketika aku ingin bertemu denganmu.
Aku bahagia memilikimu dengan jarak yang memisahkan kita. Jarak dan kamu sudah menjadi bagian dari kisahku. Lebih tepatnya kisah KITA. Dan aku tak ingin jarak ini menjadi sumber permasalahan untuk kita. Kita memutuskan untuk bersama walau kita tahu jarak ini akan terus memisahkan kita sampai kita menemukan tempat dimana kita akan bersatu selamanya. :)






-little queen-
Minggu, 21 Juli 2013 0 komentar

Keinginan SEDERHANA!

Tulisan ini aku tulis sambil menahan sesak di dada. Tulisan ini aku tulis sambil memandangi fotomu yang terpampang jelas di wallpaper HP ku. 
Ah, aku tak pernah mengerti mengapa aku selalu merasa sesesak ini ketika aku melihat fotomu yang jelas jelas aku jadikan wallpaper HP ku. Entah karena rindu yang menggebu, atau justru karena sakit yang entah dari mana asalnya.
Aku sering melihat orang - orang di luar sana sedang asik bergandengan tangan sambil tersenyum bahagia. Sedangkan aku? Aku hanya bisa membayangkan bisa menggandeng tanganmu sambil senyam senyum sendiri disini. Aku sering mendengar percakapan manis yang dibicarakan oleh sepasang kekasih diluar sana. Sedangkan aku? Aku hanya bisa membayangkan bisa berbincang denganmu di sudut ruangan itu sambil tersenyum manis.
Mereka terlihat sangat bahagia, bahagia ketika berada disamping orang yang ia sayangi. Sederhana tapi begitu bahagia.
Aku, aku tak pernah berani untuk selalu membayangkan betapa bahagianya kita ketika kita bersama. Entahlah, aku selalu takut untuk membayangkan itu. Aku terlalu takut ketika aku hanya bisa membayangkan dan berandai - andai. Yaa, aku selalu iri dengan mereka. Mereka yang selalu bisa bergandengan tangan dan juga tertawa penuh bahagia bersama pasangannya. Aku iri melihat kemesraan mereka yang tak pernah bisa kita lakukan. Aku iri dengan kebahagiaan mereka yang kita sendiri tak tau kapan bisa kita lakukan.
Aku tak meminta apa apa, aku hanya meminta supaya kamu ada disini. Memberikan pundakmu untuk aku bersandar dan mengusap air mataku ketika aku meneteskan air mata. Sederhana bukan? Apa keinginan sesederhana itu tak bisa kita wujudkan? Entahlah, mungkin bisa jika kita memang saling memperjuangkan :)





-little queen-
Rabu, 10 Juli 2013 0 komentar

Aku berharap Tuhan mempertemukan kita (lagi)

Selamat malam tuan, apa kabar? Semoga kamu baik - baik saja disana.
Masih terjagakah kamu malam ini tuan? Ah, sepertinya iya. Bukankah itu kebiasaanmu setiap hari. Terjaga sampai pagi. 
Masih suka kah kamu mendengarkan radio sambil meminum secangkir kopi di sudut kamarmu? Sepertinya masih.
Malam ini aku juga masih terjaga tuan, seperti biasa. Kebiasan kita hampir sama, terjaga sampai pagi datang. Aku suka ketika aku terjaga ditengah malam, karena ada kamu yang menemaniku berbincang dibalik telfon itu. Ah, itu dulu tuan. Dulu sebelum kamu benar - benar pergi tak ada kabar.
Tepat lima hari kamu pergi tak ada kabar sejak malam itu tuan. Sejak kamu berpamitan pergi untuk menyelesaikan urusanmu. Kamu tau tuan? Aku disini sangat mengahawatirkanmu. Menghawatirkan keadaanmu yang bahkan aku tak tau bagaimana kabarmu sekarang. Aku menunggu dari hari ke hari hanya untuk mendapatkan kabarmu, tapi apa yang aku dapat tuan? Tak pernah sekalipun kau mengirimkan kabar untukku.
Kemana kamu sebenarnya tuan? Masih bernafaskah dirimu atau justru malah.........Huh, aku tak berani untuk membayangkan itu tuan. Aku berharap kamu masih tetap baik - baik saja.
Aku menghubungimu setiap hari, mengirimkan pesan yang bahkan nomor yang aku kirimkan tak pernah aktif sampai sekarang. Bodoh memang, ketika aku mengirimkan sebuah pesan yang nomor tujuannya tak pernah bisa dihubungi. Biarlah tuan, aku tak akan pernah lelah mengirimimu sebuah pesan yang mungkin tak akan pernah terkirim padamu.
Tuan, aku hanya ingin bertanya padamu. Kenapa kamu pergi tanpa mengucapkan kata perpisahan? Kenapa kamu pergi tanpa melambaikan tangan padaku. Apa salahku tuan?
Sampai sekarang aku tak pernah bisa mengerti kenapa kamu pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah katapun padaku. 
Tuan, aku kini tak bisa lagi berbuat apa - apa. Bahkan aku tak tau harus mencarimu kemana. Aku hanya berharap semoga kita dipertemukan kembali. Bukan, bukan untuk bersama lagi. Melainkan untuk meminta penjelasan darimu supaya aku tau kenapa kamu pergi meninggalkanku begitu saja.
Aku seorang gadis yang sampai sekarang masih menjadi kekasihmu, hanya berharap Tuhan mempertemukan kita suatu hari nanti.






-little queen-
Minggu, 07 Juli 2013 0 komentar

Jangan lagi Tuhan

Aku mencintainya dengan tulus. Aku meyayanginya dengan sepenuh hati.
Aku ihklas menyayangi dan mencintainya.
Tapi mengapa Tuhan memisahkan kita? Dari awal Tuhan telah memisahkan jarak diantara kita dengan berada pada kota yang berbeda, kenapa sekarang Tuhan memisahkan raga kita sampai kita tak bisa bertemu. Kenapa Tuhan membiarkanmu pergi tanpa ada ucapan perpisaan sepatah katapun? Kenapa?
Untuk apa Tuhan mempertemukan kita jika kita tak bisa bersama untuk selamanya? Untuk apa juga Tuhan memberikan rasa sayang ini yang begitu besar jika kita tak bisa saling memiliki? Untuk apa?
Aku tak pernah meminta apa - apa, aku tak pernah menginginkan semuanya menjadi milikku. Tak pernah. Tapi untuk saat ini aku meminta supaya kamu bisa hadir disini dihadapanku. Tapi apa? Bukannya sosokmu mendekat, tapi malah menghilang bak ditelan bumi. Apa maksud Tuhan mempertemukan kita dulu?
Aku benci ending yang seperti ini. Ending yang membuatku terpuruk, terpuruk dalam kesedihan sendirian. Tanpa ada kamu yang menemani disini.
Bukankah, orang baik akan mendapatkan yang baik pula? Aku telah mencoba menjadi orang yang sangat baik dihadapan Tuhan, tapi mengapa rasa sakit yang aku dapatkan?
Aku benci jika hanya sakit yang aku dapat. Kenapa tidak dari awal Tuhan membuang rasa sayang dan cintaku ini padamu? Kenapa?
Kenapa tidak dari awal Tuhan tak mempertemukan kita sehingga kita tak perlu berpisah seperti ini. Kenapa?
Aku hanya ingin kau datang dan memberiku kabar. Hanya kabar, tidak kurang dan tidak lebih. Setidaknya itu sudah membuat hatiku lega jika memang kita harus berpisah nantinya.
Tuhan, jangan lagi. Jangan lagi beri aku rasa sayang dan cinta kepada seseorang jika nantinya Kau akan memisahkan kita. Beri aku rasa sayang dan cinta jika memang benar orang itu akan mendampingiku selamanya.





-little queen-
Selasa, 02 Juli 2013 0 komentar

Ada cerita dikisah kita

Hari itu aku berkata IYA! Disudut ruang tamu itu, aku dan kamu bertemu. Membicarakan tentang semua yang terjadi selama ini diantara kita. Kamu bertanya, apa kelanjutan dari kisah ini? Aku dengan suara terbata - bata hanya menjawab, "kelanjutan apa?". Ah, bodoh memang. Aku tak pernah punya keberanian untuk langsung mengatakan kisah ini akan berlanjut sampai kita menemukan kebahagiaan bersama. Aku tak pernah punya keberanian sebesar itu.
KIta masih duduk berdua disini, disudut ruang tamu yang menjadi saksi bisu pembicaraan kita. Pembicaraan dengan tema yang masih tetap sama. Yaitu KITA.
Kamu menejelaskan semuanya padaku, menjelaskan tentang sebuah rasa yang kamu rasakan. Dan aku pun kini mulai berani, berani untuk jujur dengan diri sendiri. Berani untuk mengatakan jika aku benar mencintaimu. Ya, aku memang mencintaimu. Merasa kehilangan sosokmu jika kamu tak memberiku kabar sedikitpun padaku. Merasa kosong ketika sosokmu tiba - tiba lenyap entah kemana. Dan aku tak ingin merasakan itu lagi. Kini kita bersama, bersama menjalani hari dengan kebahagiaan yang akan kita buat setiap harinya.
Kamu, kini menjadi salah satu sosok yang membuatku semangat untuk membuka mata dan menjalani hari - hariku. Kamu, kini menjadi salah satu alasan untukku  tetap tersenyum.
Tuan, terimakasih telah datang ke dalam duniaku. Terimakasih telah memberikan semangat baru dan senyuman untukku. 
Tuan, kisah kita baru dimulai. Semoga akan terus menjadi kisah yang kita jalani dengan penuh kebahagiaan sampai akhir nanti.
Tuan, jangan pernah lelah untuk mencintaiku. Jangan pernah lelah untuk mengajariku tentang arti hidup. Jangan pernah lelah untuk merajut kebahagiaan bersamaku.
Tuan, sunggu benar AKU MENCINTAIMU :)






-little quuen-
Sabtu, 29 Juni 2013 0 komentar

Sebuah mimpi buruk yang bernama CINTA

Aku menangis, entah apa yang aku tangisi saat ini. Air mata ini tiba - tiba menetes tak terbendung. Aku tak tau harus berbuat apa untuk menghentikan setiap tetesan yang keluar dari mataku. Dada ini sesak, entah karena tangisku yang begitu tak beraturan atau memanga sesak karena sakit yang aku rasakan.
Aku tak pernah mengerti, kenapa orang yang berusaha berbuat baik bisa merasakan sakit yang seperih ini. Kenapa orang yang berusaha setia malah mendapatkan ketidak setiaan.
Apa ini balasan yang diterima setelah apa yang diperjuangkan selama ini? 
Aku bahagia ketika tibatiba rasa yang menggetarkan hatiku tibatiba muncul dengan sendirinya. Rasa yang selalu membuat hatiku berbunga bunga, rasa yang selalu mebuatku semangat untuk membuka mata. Yaa, CINTA. Aku bahagia ketika cinta itu datang, aku bahagia ketika cinta itu menghampiriku. Aku merasa seolah olah dunia ini berubah menjadi sangat indah ketika cinta itu datang.
Tapi semua itu berubah, berubah ketika penghianatan tiba tiba datang diantara kebahagiaan yang baru saja dimulai.
Penghianatan yang merusak semuanya, penghianatan yang membuat semuanya hancur. Aku tak pernah mengerti, mengapa seseorang yang saling mencintai tiba - tiba beubah menjadi sepasang manusia yang saling membenci. Apa itu yang dinamakan cinta? Merasakan kebahagiaan, kemudian merasakan kesakitan?
Entahlah, aku tak pernah bisa mengerti dengan jelas makna dari sebuah kata yang bernama CINTA.
Mereka bilang cinta itu indah. Iya, cinta itu akan terasa indah bila dijalani oleh sepasang manusia yang saling memberikan perhatian, yang saling memeperjuangkan. Bukannya saling mengacuhkan.
Lalu, apa yang harus aku lakukan ketika cinta itu tiba - tiba berubah menjadi sebuah mimpi buruk? Mimpi buruk yang selalu membuat tidurku tak pernah tenang. Haruskah aku tak pernah memejamkan mata supaya mimpi buruk itu tak datang? Atau aku harus memejamkan mata dan melawan mimpi buruk itu? Aku tak pernah bisa menjawabnya. Jawaban yang akan selalu aku cari sampai aku menemukan jawaban yang bisa membangunkanku dari mimpi buruk yang aku sebut dengan CINTA.




-little queen-
Rabu, 26 Juni 2013 0 komentar

Kau mengacuhkanku

Aku bertemu denganmu di jejaring sosial itu. Sosokmu yang tiba - tiba muncul membuatku lupa akan masa lalu. Kamu yang dulu aku anggap sosok yang sangat dingin, ternyata malah menjadi sosok yang paling hangat. Kamu yang dulu aku anggap tak penting, ternyata malah menjadi sosok yang paling aku rindukan.
Kita sering berbincang, membicarakan tentang banyak hal. Kadang di selasela obrolan kita aku menyunggingkan senyuman kecil yang tak pernah bisa aku lupa. Yaa, sosokmu tiba - tiba membuatku candu. Candu akan semua perhatian yang kamu berikan. Entah ini hanya kenyaman semata atau memang aku merasakan perasaan yang lebih padamu. Aku tak pernah berani mengartikan ini, tak pernah berani mengakui apa arti dari perasaan ini.
Disetiap waktuku aku selalu menunggu pesan yang selalu kau kirimkan untukku. Pesan singkat yang selalu membuatku tertawa kecil sambil menghela nafas kelegaan. 
Tapi, apa yang aku terima hari ini? Pesan yang menggantung di balik sapaan yang aku kirim untukmu. Yaa, kau tak membalasnya. Entah apa yang membuatmu begitu acuh sehingga kau mengabaikan pesanku. Kau tak pernah seperti ini sebelumnya, aku selalu melihat semangatmu ketika membalas pesan yang aku kirimkan untukmu. Tapi entah mengapa tiba - tiba kau berbeda. Sore itu kau masih menyapa ku dengan sangat hangat, menanyakan kabarku dan juga memberikan semangat untukku. Aku tak tau apa yang membuatmu berbeda malam ini.
Aku tak berhak berharap lebih karena aku bukan siapa - siapa bagimu. Aku hanya berharap kau tak mengacuhkanku seperti ini. Mengacuhkanku seperti tak pernah mengenalku.






-little queen-
Minggu, 16 Juni 2013 0 komentar

Ketika kebohongan mulai terbaca

Aku mencoba mencari - cari semua tentangmu. Aku mencoba menguak semua yang ada pada dirimu. Kamu, sesosok laki - laki yang baru aku kenal, kamu sesosok laki - laki yang baru aku temui. Tiba - tiba menyatakan perasaan kepadaku. Aku bingung, aku linglung. Aku tak tau apa yang harus aku lakukan. Aku hanya bisa terdiam dan menjawab dengan jawaban IYA.
Aku memulai sebuah kisah denganmu, sebuah kisah yang bisa disebut dengan CINTA. Ah, tapi sepertinya ini bukan CINTA. Ini hanya sekedar kenyamanan semata. Ya, mungkin bisa diartikan seperti itu.
Aku yang baru mengenalmu, aku yang baru menemukanmu tak pernah tau seluk beluk kehidupanmu. Tanpa aku sadari, aku sudah terjebak dalam situasi yang tak pernah aku inginkan. Aku merasa terjebak, merasa melakukan hal yang salah dengan mengambil keputusan mengatakan IYA padamu. Aku tak pernah tau ini akan terjadi, aku tak pernah mengerti semua ini berjalan dengan sangat cepat.
Malam ini, tanpa sengaja aku membukabuka account yang mirip denganmu. Entah mengapa aku ingin mencarinya. Dan apa yang aku temukan tak seperti yang aku harapkan.
Siapa dia? Siapa sosok wanita yang ada diberandamu? Siapa wanita yang memanggilmu dengan sebutan sayang itu?
Aku terdiam sejenak, aku membaca tulisan demi tulisan yang ia kirimkan. Sungguh tak pernah bisa aku percayai, dia kekasihmu? Kekasih yang lebih dulu mengisi hatimu sebelum aku? Ya Tuhan, sejahat itukah dirimu? Atau ini hanya kecurigaanku saja? Entahlah, aku belum menanyakan ini padamu. Belum, belum saatnya aku menanyakan ini. Mungkin nanti, nanti ketika semua sudah bisa aku ungkap dengan sebenar - benarnya.





-little queen-
Jumat, 14 Juni 2013 0 komentar

Happy B'day To Me

Happy b'day to me..
Happy b'day to me..
Happy b'day..Happy b'day..Happy b'day to me.. *tepuktangan
Alhamdulillah, 14 Juni 2013 masih diberikan umur sama ALLAH Swt. Alhamdulillah masih bisa bernafas sampai detik ini.
Terimakasih Yaa Rabb, Kau telah memberikan kenikmatan yang tiada terkira bagi hamba. Terimakasih Yaa Rabb.
Terimakasih buat keluarga yang selalu ada buat iinyoo, yang udah ngasih ucapan buat iinyoo. Terimakasih..
Terimakasih juga buat temen - temen yang udah ngasih do'a dan ucapan buat iinyoo, makasih makasih..
Terimakasih buat my beloved. Makasih sayang buat kasih sayang dan do'a nya buat aku. Makasih :)
Udah makin tua aja ini, 22 tahun. Semoga ditahun ini iinyoo menjadi pribadi yang lebih baik lagi, cepet LULUS kuliah biar bisa banggain orang tua. Pokoknya harus bisa menjadi pribadi yang lebih lebih dan lebih baik lagi. Aaamiin







-little queen-
Jumat, 31 Mei 2013 2 komentar

Ketika rasa rindu ini datang

Aku menahan sesak karena rindu yang aku rasakan tak bisa lagi kusampaikan. Aku merindukanmu, merindukan sosokmu yang tiba - tiba datang lalu kemudian pergi menghilang. Aku belum terbiasa dengan ini, belum terbiasa dengan segala sesuatu yang sekarang tanpa ada kamu.
Yaa, aku sudah kecanduan olehmu. Kecanduan dengan segala tingkahmu. Dan kini aku harus membiarkanmu pergi tanpa bisa merasakan segala tingkah polahmu yang biasanya kau lakukan. Aku rindu semua itu. Aku rindu tawa sumringahmu yang mengagetkanku dengan tiba - tiba. Aku rindu celotehanmu yang selalu mebuatku kesal. Aku rindu dengan suaramu yang selalu membuat hatiku tenang. Aku rindu semua yang ada didirimu.
Entah apa yang membuatku seperti ini. Membuat diriku menjadi semakin tak karuan ketika aku tak bisa lagi merasakan semua tingkahmu itu. Apa kamu juga seperti ini tuan? Merindukan sosokku berada disampingmu? Sepertinya tidak.
Dadaku semakin sesak ketika aku hanya bisa memandang fotomu dari balik layar telfon genggam yang aku punya. Ah, sungguh manis senyummu itu tuan sampai membuat dada ini berdetak tak beraturan. Apa kamu juga seperti itu tuan? Merasakan detak jantung yang berdegup kencang ketika memandangi fotoku? Sepertinya tidak.
Kadang aku terlihat seperti orang gila yang tertawa dengan sendirinya ketika membaca pesan singkat yang masih aku simpan. Gila memang ketika aku tertawa sendiri hanya karena pesan singkat yang entah kapan kau kirimkan itu.
Rasa rindu memang sangat menyiksaku tuan. Aku tersiksa dengan rindu yang aku buat sendiri. Aku tak pernah meminta rasa rindu ini datang. Tapi rasa rindu ini yang dengan sengaja datang dan membuat dada ini sesak.
Salah siapa kalau semua ini terjadi tuan? Salahku kah? Atau memang salah mu karena kau memberikan kenangan - kenangan yang tak bisa aku lupakan?
Bukan tuan, ini bukan salahmu. Bukan juga salahku. Hati ini yang terlalu bersikap berlebihan. Yaa, mungkin karena memang semua yang ada didirimu itu selalu membuatku rindu. Tuan, ku titipkan rasa rinduku ini bersama dengan desiran angin yang melewati tubuhku. Semoga kau merasakan rasa rinduku melalui angin yang bertiup kearahmu.




-little queen-
Senin, 27 Mei 2013 0 komentar

Aku tak pernah lupa

Tuan, kamu mungkin telah membaca semua tulisanku yang aku tulis untukmu. Kamu mungkin tau itu semua untukmu. Tanpa aku memberitahumu, kamu pun pasti sudah tau itu untukmu.
Tuan, aku tau kamu mungkin kecewa dengan semua ucapanku. Aku tau kamu mungkin marah dengan semua kata - kataku yang aku tulis. Yaa, aku tau itu. Aku tau dari pesan singkat yang kau kirimkan untukku setelah kau baca tulisanku.
Tuan, kamu tau? Aku tak akan pernah lupa dengan semua yang telah kau berikan untukku. Aku tak akan pernah lupa dengan semua ucapanmu. Aku tak akan pernah lupa dengan semua semangatmu. Aku tak akan pernah lupa dengan semua dukungan yang kau berikan untukku.
Kamu tau apa yang sampai sekarang aku ingat tentangmu? Aku selalu ingat kau tak pernah berhenti memberi semangat untukku. Kau ingat ketika aku dikucilkan dulu tuan? Ketika aku menelfonmu sambil menangis sesenggukan, kamu bertanya - tanya apa yang terjadi. Sambil menangis aku menceritakan semua yang terjadi, aku bercerita sambil terbatabata karena menahan tangis yang akhirnya tak bisa aku tahan lagi. Kamu tau saat itu mereka benar - benar mengucilkanku, mereka menjauhiku tanpa ada sebab dan tanpa ada alasan yang aku mengerti. Aku masih ingat ketika kamu bilang, aku tak pantas menangisi mereka yang telah menghinaku. Kau bilang air mataku terlalu berharga untuk menangisi mereka yang tak pernah bisa menghargaiku. Yaa, aku tak akan pernah lupa itu tuan. Kamu satu - satu nya orang yang berani membelaku. Kamu satu - satunya orang yang selalu ada disampingku saat itu. Terimakasih tuan.
Tuan, kamu ingat dengan kegilaan kita diwaktu malam? iyaa, setiap malam kita menghabiskan waktu untuk memecahkan rekok menelfon sampai pagi. Dan kamu ingat? kita pernah melakukan itu. Hampir 12 jam kita berbincang tanpa henti. Ah, aku tak pernah lupa dengan itu.
Tuan, aku juga ingat ketika kau memarahiku habis - habisan disaat aku melakukan kesalahan. Kamu memarahiku sampai aku tak bisa berkata - kata. Duuh, memang selalu seperti itu ketika kamu memarahiku. Lidahku terasa kelu ketika kamu mulai memarahiku. Tapi aku tau, itu semua untuk kebaikanku.
Tuan, aku juga akan selalu ingat ketika kamu menangis didepanku. Dan itu karena aku. Kamu satu - satu nya lelaki yang menangis karenaku. Kamu satu - satunya lelaki yang meneteskan air mata untukku. Aku tak akan pernah lupa itu tuan.
Tuan, mungki ada yang kau lakukan tidak berkenan dihatiku. Tapi, tak semua yang kau lakukan untukku itu tak bisa ku terima. Kamu masih tetap yang terbaik untukku, kamu masih tetap menjadi rajaku. Aku tak akan pernah lupa dengan semua kebaikan yang kamu berikan untukku. Mungkin aku pernah menyebut semua perlakuanmu itu tak masuk akal. Tapi aku tau, semua itu memang yang terbaik untukku.
Kamu akan selalu jadi kingchovnya aku, kingchovnya iinyoo :)
Terimakasih tuan!



-little queen-
Sabtu, 18 Mei 2013 0 komentar

Aku lelah untuk DIAM!

Aku terdiam lagi. Terdiam membayangkan semua yang telah terjadi selama ini.
Yaa, ini masih tentang kamu. Tentang kamu yang tak pernah bisa lepas dari ingatanku. Aku selama ini diam. Diam atas semua yang kau katakan tentangku. Aku pun kini tak pernah mau peduli lagi dengan semua ucapan yang kau utarakan. Aku sudah kebal dengan semua kata cacian yang kau berikan. Kau sebut aku bodoh. Apa definisi bodoh menurutmu tuan? Tak pernah mau menuruti semua permintaanmu? Atau tak pernah bisa menjaga perasaanmu? Itukah definisi bodoh menurutmu? Apa kau lupa, aku telah melakukan semua hal yang kau inginkan. Aku rela meninggalkan semua teman - temanku hanya untuk menjaga perasaanmu. Aku rela tak berhubungan dengan mereka hanya untuk tak membuatmu marah. Apa itu kurang tuan? Aku merasa, aku hanya melakukan kesalahn kecil dan menurutku itu pun sudah aku tebus dengan semua perubahan yang aku lakukan untukmu. Iya, semua ini untukmu. Tapi apa pernah kau bertanya padaku, sejalankah hatiku dengan semua perintah yang aku anggap itu terlalu konyol bagiku? Tak pernah tuan! kau pun tak pernah menanyakan itu. Kau hanya menghawatirkan hatimu, tanpa kau menghawatirkan isi hatiku.
Kamu tau tuan? Aku tersiksa. Jujur aku tersiksa dengan semua perintah konyolmu itu. Temanku pernah berkata padaku, "Kamu diguna - guna apa sama dia? Sampai kamu menuruti semua perintah darinya? Sampai kamu seperti ketakutan ketika pergi bersama teman - temanmu?". Kamu tau apa yang aku jawab tuan? Aku jawab kalo AKU SANGAT MENCINTAIMU.  Dan kamu tau apa reaksi mereka? Mereka menertawakanku. Salahkah aku sehingga mereka menertawakanku seperti itu?
Mungkin kau kini akan semakin membenciku. Membenci ku dengan penuh dendam. Ah, aku sudah terbiasa dengan itu. 
Semua yang aku lakukan selalu salah dimatamu, semua perubahanku tak pernah bisa kau terima. Pengorbananku selama ini sia - sia. Tak ada gunanya.
Menyesal? Tidak! Aku tidak pernah menyesal akan itu. Karena yang aku lakukan tulus dari hatiku. :)
Tuan, berubahlah. Mungkin kau bisa temukan bahagiamu. Jangan hanya menilai seseorang dengan sebelah mata. Janga pernah meremehkan seseorang dengan seenaknya. Mereka punya perasaan, dan akupun juga.
Aku tak pernah menyebutmu dengan kata - kata yang menyakitkan, tapi tanpa sadar kau sering menyebutku dengan kata - kata yang sangat membuat dada ini sesak.
Air mataku kini habis tuan. Aku kini sudah tak bisa menangisimu. Karena air mataku tau, siapa yang pantas aku tangisi dan siapa yang bukan. :')






-little quuen-
Sabtu, 11 Mei 2013 0 komentar

Ada, iya ada

Ada yang dulu ngajak kenalan terus tiba - tiba lupa. Ada ~
Ada yang dulu tiap hari nanyain kabar, sekarang gak peduli. Ada ~
Ada yang dulu tiap hari telfon, sekarang boro - boro telfon miscall aja enggak. Ada ~
Ada yang dulu tiap hari kirim pesan, sekarang malah gak ada pesan. Ada ~
Ada yang dulu perhatian, sekarang malah cuek gak karuan. Ada ~
Ada yang dulu tiap hari webcame-an, sekarang liat muka aja ogah - ogah an. Ada ~
Ada yang dulu bilang sayang, sekarang bilang udah punya pacar. Ada ~
Ada yang dulu minta jadian, sekarang minta ditinggal. Ada ~
Ada yang bilang belum punya pacar, ternyata udah punya pasangan. Ada ~
Ada yang dulu tiap hari chatingan, sekarang kek gak mau kenal. Ada ~
Ada yang dulu ngajak ketemuan, abis ketemuan malah ditinggal. Ada ~
Ada yang dulu ngasih harepan, ternyata cuma dijadiin pelarian. Ada ~
Ada, iya ada yang kayak gitu.
Dari yang awalnya temenan, trus kejebak di friendszone, ujung - ujungnya malah kena PHP. Ada lho yang kayak gitu.
Yaah, pinter - pinter buat antisipasi aja sih. Biar nantinya gak sakit hati. Buat mereka yang suka kek gitu, tunggu balesan aja sih. Semua yang diperbuat pasti akan ada balesannya kok. INGET TUH! :D





-little quuen-

Senin, 06 Mei 2013 0 komentar

Aku harap

Aku sadar, apa yang aku lakukan mungkin berelebihan. Mungkin aku terlalu berlebihan bersikap seperti ini. Mungkin aku terlalu berlebihan menanggapi semua yang telah terjadi.
Yaa, mungkin aku sangat berlebihan. Aku tau, apa yang aku lakukan belum tentu bisa diterima oleh mereka. Aku tau, apa yang aku perbuat belum tentu bisa membuat mereka mengerti. Aku tau itu. 
Kini aku sadar dan tau bahwa sikap yang aku berikan selama ini adalah kesalahan besar. Aku masih belum bisa menjadi orang yang berbesar hati. Aku masih belum bisa menjadi orang yang bersikap dengan apa adanya. Mungkin aku belum bisa.
Aku selalu menerima dengan penuh emosi dan juga ego yang besar. Yaa, mungkin aku masih seperti anak kecil yang belum bisa mengendalikan diriku sendiri.
Aku tau aku salah. Aku tau sikap ku ini bisa menyinggung atau membuat orang lain merasa tak nyaman. Aku sangat tau itu.
Aku hanya gadis biasa yang masih harus belajar tentang hidup. Aku hanya gadis biasa yang harus terus mencari tentang arti sebuah kebersamaan, solidaritas dan menjaga perasaan orang lain. Aku masih harus belajar.
Aku harap,aku bisa menjadi pribadi yang baik. Pribadi yang bisa menjaga perasaan orang lain. Pribadi yang penuh dengan kesabaran. Aku harap aku bisa. :)





-little queen-
Sabtu, 04 Mei 2013 0 komentar

Apa kamu tau?

Aku menulis semua tentangmu. Tentangmu yang tak pernah tau dengan apa yang aku rasakan saat ini. Aku mencoba memberitahumu dengan tulisan - tulisan yang aku tulis disini. Tapi kau tak pernah mau tau. Kau hanya terdiam tanpa mengucapkan sepatah katapun. Aku tak tau kau benar - benar tak tau atau memang tak mau tau. Aku tak pernah tau apa kau benar - benar belum mengerti atau berpura - pura tak mengerti.
Ahh, sepertinya kau tak seperti itu. Aku tau kau pasti mengerti dengan semua yang aku tuliskan ini. Aku tau kau pasti memahami setiap kata yang aku tulis dalam tulisan ini. Aku tau kau pasti mengetahuinya. Tapi aku tak pernah tau mengapa kau selalu diam tanpa mengucapkan sepatah katapun. 
Entah karena kau tak ingin menyakitiku atau memang kau tak ingin terlalu memberikan harapan padaku. Aku pernah melihatmu seperti orang yang merasa bersalah. Mungkin itu yang membuatmu diam. 
Kamu tau? Mencintai dan menyayangi seseorang itu penuh dengan resiko. Sama seperti yang aku rasakan saat ini, mencintaimu dengan penuh resiko. Yaa, aku berhak merasakan sakit yang sangat dalam, aku berhak merasakan sesak yang sangat mencekik. Aku berhak menerima itu. Karena memang semua yang aku lakukan pasti akan ada sebab dan akibatnya. Dan itu semua adalah akibat dari semua yang aku lakukan. MENCINTAIMU!




-little queen-

Jumat, 03 Mei 2013 0 komentar

Aku menunggu pesanmu

Aku menunggu pesanmu. Pesan singkat yang akan membuatku melompat kegirangan. Entah apa yang selalu membuatku terlihat seperti orang gila ketika menerima pesan singkat darimu. Tapi hari ini semua berbeda, tak ada pesan singkat yang membuat senyumku mengembang. Tak ada sapaan yang bisa membuatku terbang melayang.
Entahlah, aku pun tak pernah tau apa yang membuatmu berbeda. Aku tak berharap kau membalas semua sayang yang aku rasakan kepadamu, aku hanya berharap kamu tetap disini tanpa harus menghilang pergi. 
Seharian ini aku selalu menatap layar hp ku berharap kamu mengirimkan sebuah pesan singkat untukku. Tapi sepertinya sia - sia. Tak ada pesan singkat darimu yang kau kirimkan untukku. Jangankan menanyakan keadaanku, mengucapkan hallo saja tak ada.
Aku sungguh lucu, bahkan mungkin terlihat konyol ketika aku perpura - pura mengobrol denganmu lewat hp yang tak berbunyi sama sekali. Yaa, aku mungkin sudah gila, gila akan dirimu. :')




-little quuen-
Kamis, 02 Mei 2013 0 komentar

Katakan tuan!

Aku menulis ini sambil menangis. Entah apa yang aku pikirkan sampai air mata ini tiba - tiba jatuh membasahi pipi. Aku merenung tentang semua yang terjadi padaku akhir - akhir ini.
Lagi - lagi masalah hati. Aku benci hati ini selalu membuat masalah. Aku benci hati ini selalu membuatku kacau.
Aku berada pada titik dimana aku harus tetap bertahan atau mundur secara perlahan. Ketika aku bertahan, aku harus bisa menerima sakit yang akan terus aku rasakan karena memendam perasaan. Atau aku harus mundur secara perlahan dan merelakan hati itu dimiliki orang lain.
Aku tak bisa memilih, aku tak bisa memilih bertahan atau pergi meninggalkan. Apa aku harus berteriak dihadapanmu kalau aku sangat menyayangimu? Atau aku harus berlari sejauh mungkin tanpa mengucapkan sepatah katapun kepadamu?
Beri aku jawaban. Jangan membuatku berada pada situasi yang sangat menyakitkan. Katakan kalau kau juga sayang, atau katakan kalau kau tak bisa memberikan hatimu untukku.
Aku akan terima itu walau sakit di hatiku semakin dalam. Setidaknya aku bisa tau apa yang ada dalam hatimu.
Aku berusaha bersikap apa adanya, aku berusaha untuk tak membuat hatiku semakin dalam masuk kedalam hatimu. Tapi aku tak bisa. Aku tak bisa berpura - pura tak ada apa - apa. Apa aku harus terus membohongi hatiku sendiri dengan tak memperdulikanmu? Apa aku harus begitu? Beri aku jawabanmu, katakan apa yang harus aku lakukan? KATAKAN!!







-little queen-
Rabu, 01 Mei 2013 0 komentar

Diam - diam

Aku menatap layar leptop sambil menuliskan sebuat tulisan yang ntah apa ini namanya. Ditab yang lain, aku melihat wajahmu yang terpampang jelas dari foto yang aku simpan. Kamu tau apa yang aku rasakan saat ini? Aku merasa dada ini terasa sesak, sesak karena rasa sakit yang aku buat sendiri. 
Aku memang bodoh, memendam rasa ini sendiri sampai membuat hati ini semakin tak berdaya. Hati ini semakin tak bisa aku kendalikan. Kamu tau kenapa hati ini terasa sakit? Hati ini sakit karena aku memendam perasaan yang tak kau tau. Aku diam - diam memperhatikanmu,  diam - diam menghawatirkanmu. Setiap hari, hanya pesanmu yang aku tunggu. Aku menunggu pesanmu ada dilayar hp walau hanya sebuah pesan singkat sms.
Kamu tau? betapa bahagianya ketika aku terima pesan singkatmu? Aku cukup bahagia mengetahui kamu baik - baik saja disana. Tapi apa kamu juga merasakan itu? Merasa khawatir akan diriku? Merasa bahagia ketika menerima pesan singkat dariku? Entahlah.
Aku tak pernah mau terlalu mengharapkan kamu juga menghawatirkanku. Aku juga tak mau terlalu berharap kamu memperhatikanku. Buatku, dengan memperhatikanmu diam - diam dan tau kau baik - baik saja itu sudah cukup melegakan bagiku.
Aku hanyalah aku, seorang gadis yang hanya bisa menyimpan perasaan ini sendiri. Dan aku harap kamu tau itu. :')





-tittle queen-
Selasa, 30 April 2013 0 komentar

Tak berguna

HAMBA MERASA TAK BERGUNA YAA RABB.
HAMBA MERASA TAK BISA BERBUAT APA - APA.
HAMBA TAK TAU HARUS BERBUAT APA  YAA RABB.
BANTU HAMBA :'(


0 komentar

Aku pernah berjanji

Aku pernah berjanji untuk tidak mementingkan masalah hati untuk saat ini, aku pernah berjanji untuk tak memikirkan masalah hati untuk saat ini. Aku pernah berjanji pada diri sendiri soal itu.
Aku bilang tak akan pernah mau lagi terjebak dalam situasi yang selalu membuatku merasa semakin tak tenang. Aku tak mau lagi terjebak dalam keadaan yang benar - benar membuatku terpuruk.
Yaa, aku pernah merasakan itu dulu. Aku mencoba untuk mementingkan masalah hati dibandingkan masalah - masalah yang lain. Tapi semuanya hanya membuatku merasa tersiksa. Membuatku merasa tak berdaya ketika aku tak bisa menjaga hati ini dengan baik.
Semudah membuang sampah pada tong sampah, aku pun dengan mudah memberikan hati kepada orang yang tak tepat. Dengan ending yang tak pernah baik.
Kebanyakan orang bilang, disaat kita jatuh cinta kita bisa lupa segalanya. Iya, aku pernah merasakan itu juga. Melupakan semua hal hanya demi seseorang yang kita sayang.
BODOH? iyaa, aku memang bodoh saat itu. Aku memang tak tau harus bersikap seperti apa dengan perasaan yang aku rasakan saat itu. Cukup awam memang aku mengetahui lebih dalam apa itu CINTA.
Kini aku tau, perasaan cinta dan sayang yang berlebihan hanya akan membuat kita menjadi semakin tak karuan. Akan membuat kita menjadi lupa akan segalanya.
Tuhan, kini aku tak ingin merasakan cinta yang salah. Aku sudah terlalu sering merasakan cinta yang salah, dan kini aku tak ingin masuk lagi pada situasi seperti dulu.
Tuhan, jika aku terlalu berlebihan dengan perasan yang kini aku rasakan. Maka tegurlah aku, beri aku petunjuk apa yang harus aku lakukan saat ini.
Aku tak ingin menghindarinya, tapi akau juga tak ingin terjebak terlalu dalam ke dalam situasi ini.
Tuhan, aku tau KAU akan selalu membantuku untuk bisa menyelesaikan masalah ini. Aku percaya itu!






-little queen-
Senin, 29 April 2013 0 komentar

FRIENDZONE

Friendzone!!
Apa sih friendzone itu? menurut kebanyakan orang friendzone itu bisa diartikan dengan sebuah hubungan dengan seseorang dengan sangat dekat. Saking deketnya sama orang itu, kita udah ngerasa kayak pacar sendiri. Tapi, salah satu pihak cuma anggep hubungan ini sebagai pertemanan biasa.
Jleb banget gak tuh? Iya lah jleb banget. Pas kita udah seneng - senengnya sama orang. Tiap hari bareng dia, tiap hari dengerin curhat dia, tiap hari seneng - seneng bareng dia, tapi ternyata kita cuma dianggep temen. Padahal kita udah berharap banget kalo dia bakal sayang balik sama kita.
Duuuh, pengen gak sih kayak gitu? Ya enggak lah yaaa..
Siapa sih yang mau di friendzone-in? Gak ada kali. 
Tapi, kita juga gak bisa nyalahin salah satu pihak aja. Ya kalo kitanya sayang, kitanya suka. Tapi kalo dia nya gak suka mau gimana lagi? Maksain ke orang itu biar sayang balik sama kita? Gak bisa lah, sayang itu kan gak bisa dipaksain.
Tapi, dia nya juga gak perlu lah ngasih perhatian lebih ke kita kalo dianya gak punya rasa apa - apa sama kita. Eh, tapi gak bisa nyalahin juga sih yaa? -.- nah lho ribet kan?
Kebanyakan sih cewek yang sering ngerasain ini. Di-PHP-in, friendzone ini mirip banget sih sama PHP (pemberi harapan palsu). Dikasih perhatian tiap hari, tapi cuma dianggep temen.
Trus kita mesti gimana dong kalo lagi ada di situasi kayak gini?
Emmm, gimana yaa? gue sendiri malah bingung gini. Ngerasain juga sih -.- *curhat dikit.
Menurut gue sih ya, mending gak usah pake hati deh kalo temenan udah deket banget. Nanti ujungnya malah sakit sendiri, apalagi kalo temen kita itu udah punya pacar. Tuh catet, UDAH PUNYA PACAR! mending buang jauh - jauh deh perasaan sayang ke dia. Sayang sih boleh, tapi jangan kelewat sayang. Takut nyesek sendiri :'D
Yang lagi kejebak FRIENDZONE sabar yaa. :') *pukpuk





-little queen-
Senin, 22 April 2013 0 komentar

Ketika harus melepaskan yang seharusnya dilepaskan

Apa sih yang akan kalian lakuin ketika kalian dihadapkan pada satu keadaan dimana kita gak bisa lagi maju untuk meraih sesuatu. Diam ditempat, atau pergi meninggalkan?
Mungkin ada diantara kalian yang memilih untuk diam ditempat tanpa harus melakukan apa - apa karena menurut kalian gak akan pernah ada gunanya lagi untuk diteruskan.
Mungkin ada juga yang memilih untuk mundur atau pergi meninggalkan sesuatu yang nantinya benar - benar tak bisa dimiliki.
Yupp, mungkin pilihan kedua yang bakal aku ambil saat ini. Memilih untuk mundur secara perlahan tanpa harus menoleh lagi kebelakang.
Mungkin dulu aku terlalu terobsesi untuk meraih apa yang menurut aku pantas untuk aku perjuangkan. Bukan berarti saat ini tidak pantas untuk aku perjuangkan. Namun, mungkin saat ini aku harus mulai menyadari bahwa sesuatu yang selama ini aku perjuangkan tak pernah mendapatkan hasil apa - apa.
Menoleh ke arah ku pun tidak, apalagi mencoba untuk mengerti tentang semua perjuangan yang dulu pernah aku lakukan.
Pernah sekali - kali aku merenung sambil berfikir. "Jadi, selama ini aku dapat apa?". Kalimat itu mungkin sering terngiang - ngiang dikepala saat aku merenungkan hal ini. Dan pada saat itu pun aku seperti menjawab, "Iya ya, selama ini aku dapat apa?".
Harusnya aku tak pernah memikirkan hal itu, karena sebenarnya memang aku tak pernah mendapatkan apa - apa.
Munafik kalo aku gak menginginkan balasan yang setimpal dengan apa yang selama ini aku perjuangkan. Tapi aku sadar, aku gak akan pernah bisa dapetin itu.
Terlalu memaksakan untuk bisa memiliki, terlalu memaksakan untuk bisa diterima lagi. Tapi semuanya sia - sia. Semuanya hanya berujung dengan kesakitan yang terus menerus aku rasakan.
Yaaa, ini lah CINTA. Mungkin untuk saat ini aku mundur untuk tak memperjuangkan CINTA ku, karena sepertinya CINTAku juga tak diperjuangkan olehnya.



-little queen-
Sabtu, 02 Maret 2013 0 komentar

SKRIP*SI

Ada satu hal yang membuat saya gak tenang akhir - akhir ini.
Yapp bener banget, SKRIP*SI. Gak tau kenapa tiap denger kata itu jantung kek mau copot. Mood jadi ilang dengan sendirinya. Gak napsu makan, gak napsu beraktifitas, gak napsu juga pacaran. (lhah, emang punya pacar? ) oke abaikan :|
Padahal ni ya, ini baru awal dari sebuah perjuangan untuk mendapatkan selembar ijasah. Yaapp, selembar ijasah yang ditukar dengan berlembar - lembar kertas print - print an dari bapak tukang print deket kampus.
Yang saya takutin bukan karena harus mengeluarkan berlembar - lembar duwit kertas cuma buat ngeprint setiap ketikan sktipsi yang akhirnya bakal di corat coret sama dosen pembimbing.
Yang saya takutin adalah, ketika saya harus berdiri di depan bapak dan ibu penguji dan berbicara dengan tenang.
Oke, saya tipe orang yang kurang bisa berbicara didepan orang banyak. Apalagi didepan dosen penguji yang mood nya gak bisa kita tebak setiap waktu.
Mereka bilang sih, "santai aja, saya gak gigit kok." oke saya tau, kalian gak akan gigit kek macan yang kelaparan. Tapi kalian bisa meurunkan mood saya dengan sekejap dengan memberikan pertanyaan - pertanyaan yang membuat saya gemetan.
Tapi saya yakin, saya pasti bisa menakhlukkan masalah yang stu ini. Saya hanya harus percaya kalo saya bisa. 
LAKUKAN dan JALANI. Bismillah.




-little queen-
Senin, 28 Januari 2013 0 komentar

Hujan


Hujan turun lagi hari ini.
Entah kenapa aku selalu merasa tenang ketika melihat hujan turun.
Hujan rintik - rintik, hujan yang penuh dengan ketenangan.
Dulu, waktu aku masih kecil aku sering maen hujan - hujanan. Aku merasa bebas, aku merasa bisa melakukan apapun sesuai apa yang aku inginkan. 
Sekarang, aku hanya bisa melihat hujan yang turun dari langit. Hujan yang diberikan Tuhan untuk kita, hujan yang pernuh berkah.
Aku selalu yakin, bahwa setiap tetesan air hujan membawa pesan masing - masing yang diberikan Tuhan untuk kita. Entah itu pesan kebahagiaan, ataupun pesan kesedihan.
Disetiap hujan yang turun aku selalu merenung, merenung tentang kejadian - kejadian yang selama ini aku alami.
Tak sedikit memang aku ikut menurunkan "air hujan" dari sela - sela mataku. Yaa, aku memang sedikit perasa. Ketika aku memikirkan sesuatu, entah itu tentang diriku, keluargaku, sahabatku, atau bahkan orang aku sayangi, aku selalu menurunkan "air hujan" itu. Bukan, aku bukan gadis yang cengeng. Aku hanya sedikit perasa, sedikit perasa ketika memikirkan hal yang membuatku sedih.
Tapi, aku tak pernah suka melihat hujan yang turun dengan sangat tergesa - gesa. Hujan yang turun tanpa henti, hujan yang turun bersamaan dengan angin yang bertiup seoalah - olah sedang mengamuk. Aku tak suka hujan yang seperti itu. Hujan yang penuh dengan amarah. Hujan yang kadang merusak semuanya, merusak keindahan yang sudah diberika Tuhan untuk kita. Aku tak pernah suka itu.
Hujan, aku selalu menunggumu turun. Menunggumu turun dengan membawa tetesan air hujan yang selalu membuatku tenang. :)




-little queen-

Sabtu, 26 Januari 2013 0 komentar

Kamu yang pernah ada di hati.


Kamu yang dulu pernah ada di hati. Apa kabar? aku selalu berharap kamu baik - baik saja.
Kamu masih ingat tentang kisah kita dulu? iya, kisah singkat yang penuh dengan cerita.
Sedih, senang, tangis, tawa, semua ada dalam kisah kita. Tapi itu dulu, dulu waktu kita masih menjadi kita.
Apa kamu tau hatiku masih untukmu? kamu pasti tak pernah tau, atau mungkin tak pernah mau tau.
Aku tau, aku tak berhak untuk memintamu kembali karena aku tau kau pasti tak akan pernah mau untuk kembali.
Luka yang dulu ku torehkan di hatimu mungkin sampai saat ini tak bisa kau lupakan. Luka yang sampai sekarang masih membekas di hatimu, luka yang mungkin sangat sulit untuk kau hapus.
Aku mencoba mencari - cari, mencari hati lain untuk menggantikan dirimu di hatiku. Tapi tak pernah ku dapatkan, tak pernah ku dapatkan orang seperti kamu.
Mungkin banyak orang yang lebih baik darimu, tapi gak akan pernah ada orang sepertimu.
Tuhan, gak nyiptain manusia yang sama lebih dari satu kan?

Aku pernah berpindah dari satu hati ke hati yang lain, aku pernah mencoba menjalin hubungan sebagai seorang sepasang kekasih dari satu orang ke orang yang lain. Tapi tak ada yang bisa menyamaimu.
Mungkin waktu itu ragaku bersama mereka, tapi hatiku tak pernah bisa mengikat hati mereka. Kamu tau kenapa? karena di hatiku masih ada kamu yang menempati.
Kamu yang dulu ada di hati, aku harap kamu tau. Kamu tau disini aku masih memikirkanmu dan akan selalu begitu.



-little queen-

Rabu, 23 Januari 2013 0 komentar

R.I.P to De Badi

Malem ini saya mau sedikit cerita tentang seseorang yang sederhana. Beliau salah satu karyawan ayah saya yang cukup baik. Namanya Badi, biasa kita panggil De Badi. Beliau sosok orang yang sederhana, jarang ngeluh, baik hati, dan ramah. Beliau udah bertahun - tahun bantuin kerjaan bapak, cuma baru beberapa bulan ini beliau gak bantuin kerjaan bapak karena sakit. Gak tau sakit apa, denger - denger sih beliau sakit liver, sampe pernah di rawat seminggu di RS.
Aku sempet ikut umi buat jenguk beliau di rumah, kasian banget liatnya. Semua macam obat udah di kasih buat nyembuhin, tapi yaa tetep aja masih sakit. Pernah sih sakitnya agak membaik, tapi tiba - tiba parah lagi. Cuma bisa do'ain yang terbaik buat beliau.
Beliau punya satu orang anak dan satu orang istri. Gak tau kenapa anak semata wayangnya kayak kacang lupa sama kulitnya. Anaknya cowok udah punya istri, gak tau udah punya anak apa belum. Tiap hari bisanya cuma nyusahin orang tuanya aja, katanya sih gitu. Bapaknya yang lagi sakit pun gak di urusin, malah di mintain duwit. Kurang ajar gak tuh?
Tiap hari umi udah bilangin buat ngerawat bapaknya, bapak satu - satunya dan dia sebagai anak satu - satunya udah kewajiban dong buat ngerawat. Tapi yaa gitu, tetep aja dia seenaknya sendiri sama orang tuanya.
Dan hari ini 23 Januari 2013, beliau dipanggil sama ALLAH SWT. Gak nyangka aja, orang sebaik beliau bisa pergi secepat ini. Mudah - mudahan amal dan ibadahnya diterima di sisi ALLAH SWT. Aamiin.

Cuma mau ngingetin aja sih buat kalian - kalian termasuk saya, jangan lupa buat selalu ngejagain dan juga berbakti sama orang tua. Kalian pasti bakal nyesel kalau salah satu orang tua kita dipanggil sama ALLAH SWT. Kita udah gak bisa jagain lagi, cuma bisa jagain di makan mereka nanti.
Selalu inget sama pengorbanan - pengorbanan orang tua, jangan bisanya cuma nyusahin.
Selalu sayangi mereka yaa, mereka pasti juga sayang sama kita :)



-little queen-
 
;