Rabu, 11 Desember 2013 6 komentar

Merindukan seseorang yang telah aku buang.

Aku tak pernah tau kenapa aku menulis ini. Entahlah, jemariku tiba tiba ingin menuliskan kalimat demi kalimat tentang perasaan yang akhir akhir ini aku rasakan.
Aku tak pernah berani mengatakan ini rindu. Tetapi sepertinya ini memang rindu. Jika tidak, mengapa sampai sesesak ini?
Aku pernah merasakan sesak seperti ini. Yaa, dulu ketika ada seseorang yang memutuskan untuk pergi dan tak kembali. Dan sekarang aku merasakan lagi. Tapi kali ini bukan karena ada seseorang yang pergi meninggalkan, tetapi karena aku mencoba untuk melepaskan seseorang.
Aku tak pernah tau mengapa aku seperti ini. Merindukan seseorang yang jelas jelas sudah aku buang. Merindukan sosok itu disaat dia tak lagi bersamaku, dan itu karena aku.
Menyesal? Tidak. Aku tak pernah menyesal dengan apa yang sudah menjadi keputusanku. Aku hanya sedikit merindu. Merindu sosokmu yang kini berbalik acuh padaku.
Mungkin mereka benar, kita akan mencari cari orang yang sudah kita buang disaat dia benar benar pergi menghilang.
Ahh, aku tak tau harus berbuat apa. Apa aku harus menuliskan kalimat "aku merindukanmu" di sebuah pesan singkat dan aku kirimkan kepadamu? Sepertinya mustahil. Aku tak pernah punya nyali untuk melakukan hal senekat itu.
Apa kata dirimu nanti? Seolah olah kamu akan merasa menang dengan melihat tingkahku saat ini. Aku memang tak berani mengatakan jika aku merindukanmu sekarang. Aku hanya berani menuliskan semua kerinduanku disini. Dengan barisan barisan abjad yang aku tulis dengan jemariku sambil menahan rasa sesak di dada.
Jika aku bisa mencekikmu, aku akan mencekikmu sekarang. Supaya kamu bisa merasakan betapa sesaknya aku menahan rindu ini sendiri.
Yaaa, aku mungkin pernah salah melepasmu. Tapi bukan berarti aku menginginkanmu kembali. Bukan. Aku hanya rindu sosokmu, itu saja. 
Semoga dengan tulisan ini, kamu bisa tau. Betapa aku rindu akan sosokmu. SEMOGA!








-little queen-
 
;