Minggu, 21 Juli 2013 0 komentar

Keinginan SEDERHANA!

Tulisan ini aku tulis sambil menahan sesak di dada. Tulisan ini aku tulis sambil memandangi fotomu yang terpampang jelas di wallpaper HP ku. 
Ah, aku tak pernah mengerti mengapa aku selalu merasa sesesak ini ketika aku melihat fotomu yang jelas jelas aku jadikan wallpaper HP ku. Entah karena rindu yang menggebu, atau justru karena sakit yang entah dari mana asalnya.
Aku sering melihat orang - orang di luar sana sedang asik bergandengan tangan sambil tersenyum bahagia. Sedangkan aku? Aku hanya bisa membayangkan bisa menggandeng tanganmu sambil senyam senyum sendiri disini. Aku sering mendengar percakapan manis yang dibicarakan oleh sepasang kekasih diluar sana. Sedangkan aku? Aku hanya bisa membayangkan bisa berbincang denganmu di sudut ruangan itu sambil tersenyum manis.
Mereka terlihat sangat bahagia, bahagia ketika berada disamping orang yang ia sayangi. Sederhana tapi begitu bahagia.
Aku, aku tak pernah berani untuk selalu membayangkan betapa bahagianya kita ketika kita bersama. Entahlah, aku selalu takut untuk membayangkan itu. Aku terlalu takut ketika aku hanya bisa membayangkan dan berandai - andai. Yaa, aku selalu iri dengan mereka. Mereka yang selalu bisa bergandengan tangan dan juga tertawa penuh bahagia bersama pasangannya. Aku iri melihat kemesraan mereka yang tak pernah bisa kita lakukan. Aku iri dengan kebahagiaan mereka yang kita sendiri tak tau kapan bisa kita lakukan.
Aku tak meminta apa apa, aku hanya meminta supaya kamu ada disini. Memberikan pundakmu untuk aku bersandar dan mengusap air mataku ketika aku meneteskan air mata. Sederhana bukan? Apa keinginan sesederhana itu tak bisa kita wujudkan? Entahlah, mungkin bisa jika kita memang saling memperjuangkan :)





-little queen-
Rabu, 10 Juli 2013 0 komentar

Aku berharap Tuhan mempertemukan kita (lagi)

Selamat malam tuan, apa kabar? Semoga kamu baik - baik saja disana.
Masih terjagakah kamu malam ini tuan? Ah, sepertinya iya. Bukankah itu kebiasaanmu setiap hari. Terjaga sampai pagi. 
Masih suka kah kamu mendengarkan radio sambil meminum secangkir kopi di sudut kamarmu? Sepertinya masih.
Malam ini aku juga masih terjaga tuan, seperti biasa. Kebiasan kita hampir sama, terjaga sampai pagi datang. Aku suka ketika aku terjaga ditengah malam, karena ada kamu yang menemaniku berbincang dibalik telfon itu. Ah, itu dulu tuan. Dulu sebelum kamu benar - benar pergi tak ada kabar.
Tepat lima hari kamu pergi tak ada kabar sejak malam itu tuan. Sejak kamu berpamitan pergi untuk menyelesaikan urusanmu. Kamu tau tuan? Aku disini sangat mengahawatirkanmu. Menghawatirkan keadaanmu yang bahkan aku tak tau bagaimana kabarmu sekarang. Aku menunggu dari hari ke hari hanya untuk mendapatkan kabarmu, tapi apa yang aku dapat tuan? Tak pernah sekalipun kau mengirimkan kabar untukku.
Kemana kamu sebenarnya tuan? Masih bernafaskah dirimu atau justru malah.........Huh, aku tak berani untuk membayangkan itu tuan. Aku berharap kamu masih tetap baik - baik saja.
Aku menghubungimu setiap hari, mengirimkan pesan yang bahkan nomor yang aku kirimkan tak pernah aktif sampai sekarang. Bodoh memang, ketika aku mengirimkan sebuah pesan yang nomor tujuannya tak pernah bisa dihubungi. Biarlah tuan, aku tak akan pernah lelah mengirimimu sebuah pesan yang mungkin tak akan pernah terkirim padamu.
Tuan, aku hanya ingin bertanya padamu. Kenapa kamu pergi tanpa mengucapkan kata perpisahan? Kenapa kamu pergi tanpa melambaikan tangan padaku. Apa salahku tuan?
Sampai sekarang aku tak pernah bisa mengerti kenapa kamu pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah katapun padaku. 
Tuan, aku kini tak bisa lagi berbuat apa - apa. Bahkan aku tak tau harus mencarimu kemana. Aku hanya berharap semoga kita dipertemukan kembali. Bukan, bukan untuk bersama lagi. Melainkan untuk meminta penjelasan darimu supaya aku tau kenapa kamu pergi meninggalkanku begitu saja.
Aku seorang gadis yang sampai sekarang masih menjadi kekasihmu, hanya berharap Tuhan mempertemukan kita suatu hari nanti.






-little queen-
Minggu, 07 Juli 2013 0 komentar

Jangan lagi Tuhan

Aku mencintainya dengan tulus. Aku meyayanginya dengan sepenuh hati.
Aku ihklas menyayangi dan mencintainya.
Tapi mengapa Tuhan memisahkan kita? Dari awal Tuhan telah memisahkan jarak diantara kita dengan berada pada kota yang berbeda, kenapa sekarang Tuhan memisahkan raga kita sampai kita tak bisa bertemu. Kenapa Tuhan membiarkanmu pergi tanpa ada ucapan perpisaan sepatah katapun? Kenapa?
Untuk apa Tuhan mempertemukan kita jika kita tak bisa bersama untuk selamanya? Untuk apa juga Tuhan memberikan rasa sayang ini yang begitu besar jika kita tak bisa saling memiliki? Untuk apa?
Aku tak pernah meminta apa - apa, aku tak pernah menginginkan semuanya menjadi milikku. Tak pernah. Tapi untuk saat ini aku meminta supaya kamu bisa hadir disini dihadapanku. Tapi apa? Bukannya sosokmu mendekat, tapi malah menghilang bak ditelan bumi. Apa maksud Tuhan mempertemukan kita dulu?
Aku benci ending yang seperti ini. Ending yang membuatku terpuruk, terpuruk dalam kesedihan sendirian. Tanpa ada kamu yang menemani disini.
Bukankah, orang baik akan mendapatkan yang baik pula? Aku telah mencoba menjadi orang yang sangat baik dihadapan Tuhan, tapi mengapa rasa sakit yang aku dapatkan?
Aku benci jika hanya sakit yang aku dapat. Kenapa tidak dari awal Tuhan membuang rasa sayang dan cintaku ini padamu? Kenapa?
Kenapa tidak dari awal Tuhan tak mempertemukan kita sehingga kita tak perlu berpisah seperti ini. Kenapa?
Aku hanya ingin kau datang dan memberiku kabar. Hanya kabar, tidak kurang dan tidak lebih. Setidaknya itu sudah membuat hatiku lega jika memang kita harus berpisah nantinya.
Tuhan, jangan lagi. Jangan lagi beri aku rasa sayang dan cinta kepada seseorang jika nantinya Kau akan memisahkan kita. Beri aku rasa sayang dan cinta jika memang benar orang itu akan mendampingiku selamanya.





-little queen-
Selasa, 02 Juli 2013 0 komentar

Ada cerita dikisah kita

Hari itu aku berkata IYA! Disudut ruang tamu itu, aku dan kamu bertemu. Membicarakan tentang semua yang terjadi selama ini diantara kita. Kamu bertanya, apa kelanjutan dari kisah ini? Aku dengan suara terbata - bata hanya menjawab, "kelanjutan apa?". Ah, bodoh memang. Aku tak pernah punya keberanian untuk langsung mengatakan kisah ini akan berlanjut sampai kita menemukan kebahagiaan bersama. Aku tak pernah punya keberanian sebesar itu.
KIta masih duduk berdua disini, disudut ruang tamu yang menjadi saksi bisu pembicaraan kita. Pembicaraan dengan tema yang masih tetap sama. Yaitu KITA.
Kamu menejelaskan semuanya padaku, menjelaskan tentang sebuah rasa yang kamu rasakan. Dan aku pun kini mulai berani, berani untuk jujur dengan diri sendiri. Berani untuk mengatakan jika aku benar mencintaimu. Ya, aku memang mencintaimu. Merasa kehilangan sosokmu jika kamu tak memberiku kabar sedikitpun padaku. Merasa kosong ketika sosokmu tiba - tiba lenyap entah kemana. Dan aku tak ingin merasakan itu lagi. Kini kita bersama, bersama menjalani hari dengan kebahagiaan yang akan kita buat setiap harinya.
Kamu, kini menjadi salah satu sosok yang membuatku semangat untuk membuka mata dan menjalani hari - hariku. Kamu, kini menjadi salah satu alasan untukku  tetap tersenyum.
Tuan, terimakasih telah datang ke dalam duniaku. Terimakasih telah memberikan semangat baru dan senyuman untukku. 
Tuan, kisah kita baru dimulai. Semoga akan terus menjadi kisah yang kita jalani dengan penuh kebahagiaan sampai akhir nanti.
Tuan, jangan pernah lelah untuk mencintaiku. Jangan pernah lelah untuk mengajariku tentang arti hidup. Jangan pernah lelah untuk merajut kebahagiaan bersamaku.
Tuan, sunggu benar AKU MENCINTAIMU :)






-little quuen-
 
;