Hari itu aku berkata IYA! Disudut ruang tamu itu, aku dan kamu bertemu. Membicarakan tentang semua yang terjadi selama ini diantara kita. Kamu bertanya, apa kelanjutan dari kisah ini? Aku dengan suara terbata - bata hanya menjawab, "kelanjutan apa?". Ah, bodoh memang. Aku tak pernah punya keberanian untuk langsung mengatakan kisah ini akan berlanjut sampai kita menemukan kebahagiaan bersama. Aku tak pernah punya keberanian sebesar itu.
KIta masih duduk berdua disini, disudut ruang tamu yang menjadi saksi bisu pembicaraan kita. Pembicaraan dengan tema yang masih tetap sama. Yaitu KITA.
Kamu menejelaskan semuanya padaku, menjelaskan tentang sebuah rasa yang kamu rasakan. Dan aku pun kini mulai berani, berani untuk jujur dengan diri sendiri. Berani untuk mengatakan jika aku benar mencintaimu. Ya, aku memang mencintaimu. Merasa kehilangan sosokmu jika kamu tak memberiku kabar sedikitpun padaku. Merasa kosong ketika sosokmu tiba - tiba lenyap entah kemana. Dan aku tak ingin merasakan itu lagi. Kini kita bersama, bersama menjalani hari dengan kebahagiaan yang akan kita buat setiap harinya.
Kamu, kini menjadi salah satu sosok yang membuatku semangat untuk membuka mata dan menjalani hari - hariku. Kamu, kini menjadi salah satu alasan untukku tetap tersenyum.
Tuan, terimakasih telah datang ke dalam duniaku. Terimakasih telah memberikan semangat baru dan senyuman untukku.
Tuan, kisah kita baru dimulai. Semoga akan terus menjadi kisah yang kita jalani dengan penuh kebahagiaan sampai akhir nanti.
Tuan, jangan pernah lelah untuk mencintaiku. Jangan pernah lelah untuk mengajariku tentang arti hidup. Jangan pernah lelah untuk merajut kebahagiaan bersamaku.
Tuan, sunggu benar AKU MENCINTAIMU :)
-little quuen-
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar