Selamat malam tuan, apa kabar? Semoga kamu baik - baik saja disana.
Masih terjagakah kamu malam ini tuan? Ah, sepertinya iya. Bukankah itu kebiasaanmu setiap hari. Terjaga sampai pagi.
Masih suka kah kamu mendengarkan radio sambil meminum secangkir kopi di sudut kamarmu? Sepertinya masih.
Malam ini aku juga masih terjaga tuan, seperti biasa. Kebiasan kita hampir sama, terjaga sampai pagi datang. Aku suka ketika aku terjaga ditengah malam, karena ada kamu yang menemaniku berbincang dibalik telfon itu. Ah, itu dulu tuan. Dulu sebelum kamu benar - benar pergi tak ada kabar.
Tepat lima hari kamu pergi tak ada kabar sejak malam itu tuan. Sejak kamu berpamitan pergi untuk menyelesaikan urusanmu. Kamu tau tuan? Aku disini sangat mengahawatirkanmu. Menghawatirkan keadaanmu yang bahkan aku tak tau bagaimana kabarmu sekarang. Aku menunggu dari hari ke hari hanya untuk mendapatkan kabarmu, tapi apa yang aku dapat tuan? Tak pernah sekalipun kau mengirimkan kabar untukku.
Kemana kamu sebenarnya tuan? Masih bernafaskah dirimu atau justru malah.........Huh, aku tak berani untuk membayangkan itu tuan. Aku berharap kamu masih tetap baik - baik saja.
Aku menghubungimu setiap hari, mengirimkan pesan yang bahkan nomor yang aku kirimkan tak pernah aktif sampai sekarang. Bodoh memang, ketika aku mengirimkan sebuah pesan yang nomor tujuannya tak pernah bisa dihubungi. Biarlah tuan, aku tak akan pernah lelah mengirimimu sebuah pesan yang mungkin tak akan pernah terkirim padamu.
Tuan, aku hanya ingin bertanya padamu. Kenapa kamu pergi tanpa mengucapkan kata perpisahan? Kenapa kamu pergi tanpa melambaikan tangan padaku. Apa salahku tuan?
Sampai sekarang aku tak pernah bisa mengerti kenapa kamu pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah katapun padaku.
Tuan, aku kini tak bisa lagi berbuat apa - apa. Bahkan aku tak tau harus mencarimu kemana. Aku hanya berharap semoga kita dipertemukan kembali. Bukan, bukan untuk bersama lagi. Melainkan untuk meminta penjelasan darimu supaya aku tau kenapa kamu pergi meninggalkanku begitu saja.
Aku seorang gadis yang sampai sekarang masih menjadi kekasihmu, hanya berharap Tuhan mempertemukan kita suatu hari nanti.
-little queen-
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar