Yaa, aku sudah kecanduan olehmu. Kecanduan dengan segala tingkahmu. Dan kini aku harus membiarkanmu pergi tanpa bisa merasakan segala tingkah polahmu yang biasanya kau lakukan. Aku rindu semua itu. Aku rindu tawa sumringahmu yang mengagetkanku dengan tiba - tiba. Aku rindu celotehanmu yang selalu mebuatku kesal. Aku rindu dengan suaramu yang selalu membuat hatiku tenang. Aku rindu semua yang ada didirimu.
Entah apa yang membuatku seperti ini. Membuat diriku menjadi semakin tak karuan ketika aku tak bisa lagi merasakan semua tingkahmu itu. Apa kamu juga seperti ini tuan? Merindukan sosokku berada disampingmu? Sepertinya tidak.
Dadaku semakin sesak ketika aku hanya bisa memandang fotomu dari balik layar telfon genggam yang aku punya. Ah, sungguh manis senyummu itu tuan sampai membuat dada ini berdetak tak beraturan. Apa kamu juga seperti itu tuan? Merasakan detak jantung yang berdegup kencang ketika memandangi fotoku? Sepertinya tidak.
Kadang aku terlihat seperti orang gila yang tertawa dengan sendirinya ketika membaca pesan singkat yang masih aku simpan. Gila memang ketika aku tertawa sendiri hanya karena pesan singkat yang entah kapan kau kirimkan itu.
Rasa rindu memang sangat menyiksaku tuan. Aku tersiksa dengan rindu yang aku buat sendiri. Aku tak pernah meminta rasa rindu ini datang. Tapi rasa rindu ini yang dengan sengaja datang dan membuat dada ini sesak.
Salah siapa kalau semua ini terjadi tuan? Salahku kah? Atau memang salah mu karena kau memberikan kenangan - kenangan yang tak bisa aku lupakan?
Bukan tuan, ini bukan salahmu. Bukan juga salahku. Hati ini yang terlalu bersikap berlebihan. Yaa, mungkin karena memang semua yang ada didirimu itu selalu membuatku rindu. Tuan, ku titipkan rasa rinduku ini bersama dengan desiran angin yang melewati tubuhku. Semoga kau merasakan rasa rinduku melalui angin yang bertiup kearahmu.
-little queen-







- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact