Jumat, 31 Mei 2013 2 komentar

Ketika rasa rindu ini datang

Aku menahan sesak karena rindu yang aku rasakan tak bisa lagi kusampaikan. Aku merindukanmu, merindukan sosokmu yang tiba - tiba datang lalu kemudian pergi menghilang. Aku belum terbiasa dengan ini, belum terbiasa dengan segala sesuatu yang sekarang tanpa ada kamu.
Yaa, aku sudah kecanduan olehmu. Kecanduan dengan segala tingkahmu. Dan kini aku harus membiarkanmu pergi tanpa bisa merasakan segala tingkah polahmu yang biasanya kau lakukan. Aku rindu semua itu. Aku rindu tawa sumringahmu yang mengagetkanku dengan tiba - tiba. Aku rindu celotehanmu yang selalu mebuatku kesal. Aku rindu dengan suaramu yang selalu membuat hatiku tenang. Aku rindu semua yang ada didirimu.
Entah apa yang membuatku seperti ini. Membuat diriku menjadi semakin tak karuan ketika aku tak bisa lagi merasakan semua tingkahmu itu. Apa kamu juga seperti ini tuan? Merindukan sosokku berada disampingmu? Sepertinya tidak.
Dadaku semakin sesak ketika aku hanya bisa memandang fotomu dari balik layar telfon genggam yang aku punya. Ah, sungguh manis senyummu itu tuan sampai membuat dada ini berdetak tak beraturan. Apa kamu juga seperti itu tuan? Merasakan detak jantung yang berdegup kencang ketika memandangi fotoku? Sepertinya tidak.
Kadang aku terlihat seperti orang gila yang tertawa dengan sendirinya ketika membaca pesan singkat yang masih aku simpan. Gila memang ketika aku tertawa sendiri hanya karena pesan singkat yang entah kapan kau kirimkan itu.
Rasa rindu memang sangat menyiksaku tuan. Aku tersiksa dengan rindu yang aku buat sendiri. Aku tak pernah meminta rasa rindu ini datang. Tapi rasa rindu ini yang dengan sengaja datang dan membuat dada ini sesak.
Salah siapa kalau semua ini terjadi tuan? Salahku kah? Atau memang salah mu karena kau memberikan kenangan - kenangan yang tak bisa aku lupakan?
Bukan tuan, ini bukan salahmu. Bukan juga salahku. Hati ini yang terlalu bersikap berlebihan. Yaa, mungkin karena memang semua yang ada didirimu itu selalu membuatku rindu. Tuan, ku titipkan rasa rinduku ini bersama dengan desiran angin yang melewati tubuhku. Semoga kau merasakan rasa rinduku melalui angin yang bertiup kearahmu.




-little queen-
Senin, 27 Mei 2013 0 komentar

Aku tak pernah lupa

Tuan, kamu mungkin telah membaca semua tulisanku yang aku tulis untukmu. Kamu mungkin tau itu semua untukmu. Tanpa aku memberitahumu, kamu pun pasti sudah tau itu untukmu.
Tuan, aku tau kamu mungkin kecewa dengan semua ucapanku. Aku tau kamu mungkin marah dengan semua kata - kataku yang aku tulis. Yaa, aku tau itu. Aku tau dari pesan singkat yang kau kirimkan untukku setelah kau baca tulisanku.
Tuan, kamu tau? Aku tak akan pernah lupa dengan semua yang telah kau berikan untukku. Aku tak akan pernah lupa dengan semua ucapanmu. Aku tak akan pernah lupa dengan semua semangatmu. Aku tak akan pernah lupa dengan semua dukungan yang kau berikan untukku.
Kamu tau apa yang sampai sekarang aku ingat tentangmu? Aku selalu ingat kau tak pernah berhenti memberi semangat untukku. Kau ingat ketika aku dikucilkan dulu tuan? Ketika aku menelfonmu sambil menangis sesenggukan, kamu bertanya - tanya apa yang terjadi. Sambil menangis aku menceritakan semua yang terjadi, aku bercerita sambil terbatabata karena menahan tangis yang akhirnya tak bisa aku tahan lagi. Kamu tau saat itu mereka benar - benar mengucilkanku, mereka menjauhiku tanpa ada sebab dan tanpa ada alasan yang aku mengerti. Aku masih ingat ketika kamu bilang, aku tak pantas menangisi mereka yang telah menghinaku. Kau bilang air mataku terlalu berharga untuk menangisi mereka yang tak pernah bisa menghargaiku. Yaa, aku tak akan pernah lupa itu tuan. Kamu satu - satu nya orang yang berani membelaku. Kamu satu - satunya orang yang selalu ada disampingku saat itu. Terimakasih tuan.
Tuan, kamu ingat dengan kegilaan kita diwaktu malam? iyaa, setiap malam kita menghabiskan waktu untuk memecahkan rekok menelfon sampai pagi. Dan kamu ingat? kita pernah melakukan itu. Hampir 12 jam kita berbincang tanpa henti. Ah, aku tak pernah lupa dengan itu.
Tuan, aku juga ingat ketika kau memarahiku habis - habisan disaat aku melakukan kesalahan. Kamu memarahiku sampai aku tak bisa berkata - kata. Duuh, memang selalu seperti itu ketika kamu memarahiku. Lidahku terasa kelu ketika kamu mulai memarahiku. Tapi aku tau, itu semua untuk kebaikanku.
Tuan, aku juga akan selalu ingat ketika kamu menangis didepanku. Dan itu karena aku. Kamu satu - satu nya lelaki yang menangis karenaku. Kamu satu - satunya lelaki yang meneteskan air mata untukku. Aku tak akan pernah lupa itu tuan.
Tuan, mungki ada yang kau lakukan tidak berkenan dihatiku. Tapi, tak semua yang kau lakukan untukku itu tak bisa ku terima. Kamu masih tetap yang terbaik untukku, kamu masih tetap menjadi rajaku. Aku tak akan pernah lupa dengan semua kebaikan yang kamu berikan untukku. Mungkin aku pernah menyebut semua perlakuanmu itu tak masuk akal. Tapi aku tau, semua itu memang yang terbaik untukku.
Kamu akan selalu jadi kingchovnya aku, kingchovnya iinyoo :)
Terimakasih tuan!



-little queen-
Sabtu, 18 Mei 2013 0 komentar

Aku lelah untuk DIAM!

Aku terdiam lagi. Terdiam membayangkan semua yang telah terjadi selama ini.
Yaa, ini masih tentang kamu. Tentang kamu yang tak pernah bisa lepas dari ingatanku. Aku selama ini diam. Diam atas semua yang kau katakan tentangku. Aku pun kini tak pernah mau peduli lagi dengan semua ucapan yang kau utarakan. Aku sudah kebal dengan semua kata cacian yang kau berikan. Kau sebut aku bodoh. Apa definisi bodoh menurutmu tuan? Tak pernah mau menuruti semua permintaanmu? Atau tak pernah bisa menjaga perasaanmu? Itukah definisi bodoh menurutmu? Apa kau lupa, aku telah melakukan semua hal yang kau inginkan. Aku rela meninggalkan semua teman - temanku hanya untuk menjaga perasaanmu. Aku rela tak berhubungan dengan mereka hanya untuk tak membuatmu marah. Apa itu kurang tuan? Aku merasa, aku hanya melakukan kesalahn kecil dan menurutku itu pun sudah aku tebus dengan semua perubahan yang aku lakukan untukmu. Iya, semua ini untukmu. Tapi apa pernah kau bertanya padaku, sejalankah hatiku dengan semua perintah yang aku anggap itu terlalu konyol bagiku? Tak pernah tuan! kau pun tak pernah menanyakan itu. Kau hanya menghawatirkan hatimu, tanpa kau menghawatirkan isi hatiku.
Kamu tau tuan? Aku tersiksa. Jujur aku tersiksa dengan semua perintah konyolmu itu. Temanku pernah berkata padaku, "Kamu diguna - guna apa sama dia? Sampai kamu menuruti semua perintah darinya? Sampai kamu seperti ketakutan ketika pergi bersama teman - temanmu?". Kamu tau apa yang aku jawab tuan? Aku jawab kalo AKU SANGAT MENCINTAIMU.  Dan kamu tau apa reaksi mereka? Mereka menertawakanku. Salahkah aku sehingga mereka menertawakanku seperti itu?
Mungkin kau kini akan semakin membenciku. Membenci ku dengan penuh dendam. Ah, aku sudah terbiasa dengan itu. 
Semua yang aku lakukan selalu salah dimatamu, semua perubahanku tak pernah bisa kau terima. Pengorbananku selama ini sia - sia. Tak ada gunanya.
Menyesal? Tidak! Aku tidak pernah menyesal akan itu. Karena yang aku lakukan tulus dari hatiku. :)
Tuan, berubahlah. Mungkin kau bisa temukan bahagiamu. Jangan hanya menilai seseorang dengan sebelah mata. Janga pernah meremehkan seseorang dengan seenaknya. Mereka punya perasaan, dan akupun juga.
Aku tak pernah menyebutmu dengan kata - kata yang menyakitkan, tapi tanpa sadar kau sering menyebutku dengan kata - kata yang sangat membuat dada ini sesak.
Air mataku kini habis tuan. Aku kini sudah tak bisa menangisimu. Karena air mataku tau, siapa yang pantas aku tangisi dan siapa yang bukan. :')






-little quuen-
Sabtu, 11 Mei 2013 0 komentar

Ada, iya ada

Ada yang dulu ngajak kenalan terus tiba - tiba lupa. Ada ~
Ada yang dulu tiap hari nanyain kabar, sekarang gak peduli. Ada ~
Ada yang dulu tiap hari telfon, sekarang boro - boro telfon miscall aja enggak. Ada ~
Ada yang dulu tiap hari kirim pesan, sekarang malah gak ada pesan. Ada ~
Ada yang dulu perhatian, sekarang malah cuek gak karuan. Ada ~
Ada yang dulu tiap hari webcame-an, sekarang liat muka aja ogah - ogah an. Ada ~
Ada yang dulu bilang sayang, sekarang bilang udah punya pacar. Ada ~
Ada yang dulu minta jadian, sekarang minta ditinggal. Ada ~
Ada yang bilang belum punya pacar, ternyata udah punya pasangan. Ada ~
Ada yang dulu tiap hari chatingan, sekarang kek gak mau kenal. Ada ~
Ada yang dulu ngajak ketemuan, abis ketemuan malah ditinggal. Ada ~
Ada yang dulu ngasih harepan, ternyata cuma dijadiin pelarian. Ada ~
Ada, iya ada yang kayak gitu.
Dari yang awalnya temenan, trus kejebak di friendszone, ujung - ujungnya malah kena PHP. Ada lho yang kayak gitu.
Yaah, pinter - pinter buat antisipasi aja sih. Biar nantinya gak sakit hati. Buat mereka yang suka kek gitu, tunggu balesan aja sih. Semua yang diperbuat pasti akan ada balesannya kok. INGET TUH! :D





-little quuen-

Senin, 06 Mei 2013 0 komentar

Aku harap

Aku sadar, apa yang aku lakukan mungkin berelebihan. Mungkin aku terlalu berlebihan bersikap seperti ini. Mungkin aku terlalu berlebihan menanggapi semua yang telah terjadi.
Yaa, mungkin aku sangat berlebihan. Aku tau, apa yang aku lakukan belum tentu bisa diterima oleh mereka. Aku tau, apa yang aku perbuat belum tentu bisa membuat mereka mengerti. Aku tau itu. 
Kini aku sadar dan tau bahwa sikap yang aku berikan selama ini adalah kesalahan besar. Aku masih belum bisa menjadi orang yang berbesar hati. Aku masih belum bisa menjadi orang yang bersikap dengan apa adanya. Mungkin aku belum bisa.
Aku selalu menerima dengan penuh emosi dan juga ego yang besar. Yaa, mungkin aku masih seperti anak kecil yang belum bisa mengendalikan diriku sendiri.
Aku tau aku salah. Aku tau sikap ku ini bisa menyinggung atau membuat orang lain merasa tak nyaman. Aku sangat tau itu.
Aku hanya gadis biasa yang masih harus belajar tentang hidup. Aku hanya gadis biasa yang harus terus mencari tentang arti sebuah kebersamaan, solidaritas dan menjaga perasaan orang lain. Aku masih harus belajar.
Aku harap,aku bisa menjadi pribadi yang baik. Pribadi yang bisa menjaga perasaan orang lain. Pribadi yang penuh dengan kesabaran. Aku harap aku bisa. :)





-little queen-
Sabtu, 04 Mei 2013 0 komentar

Apa kamu tau?

Aku menulis semua tentangmu. Tentangmu yang tak pernah tau dengan apa yang aku rasakan saat ini. Aku mencoba memberitahumu dengan tulisan - tulisan yang aku tulis disini. Tapi kau tak pernah mau tau. Kau hanya terdiam tanpa mengucapkan sepatah katapun. Aku tak tau kau benar - benar tak tau atau memang tak mau tau. Aku tak pernah tau apa kau benar - benar belum mengerti atau berpura - pura tak mengerti.
Ahh, sepertinya kau tak seperti itu. Aku tau kau pasti mengerti dengan semua yang aku tuliskan ini. Aku tau kau pasti memahami setiap kata yang aku tulis dalam tulisan ini. Aku tau kau pasti mengetahuinya. Tapi aku tak pernah tau mengapa kau selalu diam tanpa mengucapkan sepatah katapun. 
Entah karena kau tak ingin menyakitiku atau memang kau tak ingin terlalu memberikan harapan padaku. Aku pernah melihatmu seperti orang yang merasa bersalah. Mungkin itu yang membuatmu diam. 
Kamu tau? Mencintai dan menyayangi seseorang itu penuh dengan resiko. Sama seperti yang aku rasakan saat ini, mencintaimu dengan penuh resiko. Yaa, aku berhak merasakan sakit yang sangat dalam, aku berhak merasakan sesak yang sangat mencekik. Aku berhak menerima itu. Karena memang semua yang aku lakukan pasti akan ada sebab dan akibatnya. Dan itu semua adalah akibat dari semua yang aku lakukan. MENCINTAIMU!




-little queen-

Jumat, 03 Mei 2013 0 komentar

Aku menunggu pesanmu

Aku menunggu pesanmu. Pesan singkat yang akan membuatku melompat kegirangan. Entah apa yang selalu membuatku terlihat seperti orang gila ketika menerima pesan singkat darimu. Tapi hari ini semua berbeda, tak ada pesan singkat yang membuat senyumku mengembang. Tak ada sapaan yang bisa membuatku terbang melayang.
Entahlah, aku pun tak pernah tau apa yang membuatmu berbeda. Aku tak berharap kau membalas semua sayang yang aku rasakan kepadamu, aku hanya berharap kamu tetap disini tanpa harus menghilang pergi. 
Seharian ini aku selalu menatap layar hp ku berharap kamu mengirimkan sebuah pesan singkat untukku. Tapi sepertinya sia - sia. Tak ada pesan singkat darimu yang kau kirimkan untukku. Jangankan menanyakan keadaanku, mengucapkan hallo saja tak ada.
Aku sungguh lucu, bahkan mungkin terlihat konyol ketika aku perpura - pura mengobrol denganmu lewat hp yang tak berbunyi sama sekali. Yaa, aku mungkin sudah gila, gila akan dirimu. :')




-little quuen-
Kamis, 02 Mei 2013 0 komentar

Katakan tuan!

Aku menulis ini sambil menangis. Entah apa yang aku pikirkan sampai air mata ini tiba - tiba jatuh membasahi pipi. Aku merenung tentang semua yang terjadi padaku akhir - akhir ini.
Lagi - lagi masalah hati. Aku benci hati ini selalu membuat masalah. Aku benci hati ini selalu membuatku kacau.
Aku berada pada titik dimana aku harus tetap bertahan atau mundur secara perlahan. Ketika aku bertahan, aku harus bisa menerima sakit yang akan terus aku rasakan karena memendam perasaan. Atau aku harus mundur secara perlahan dan merelakan hati itu dimiliki orang lain.
Aku tak bisa memilih, aku tak bisa memilih bertahan atau pergi meninggalkan. Apa aku harus berteriak dihadapanmu kalau aku sangat menyayangimu? Atau aku harus berlari sejauh mungkin tanpa mengucapkan sepatah katapun kepadamu?
Beri aku jawaban. Jangan membuatku berada pada situasi yang sangat menyakitkan. Katakan kalau kau juga sayang, atau katakan kalau kau tak bisa memberikan hatimu untukku.
Aku akan terima itu walau sakit di hatiku semakin dalam. Setidaknya aku bisa tau apa yang ada dalam hatimu.
Aku berusaha bersikap apa adanya, aku berusaha untuk tak membuat hatiku semakin dalam masuk kedalam hatimu. Tapi aku tak bisa. Aku tak bisa berpura - pura tak ada apa - apa. Apa aku harus terus membohongi hatiku sendiri dengan tak memperdulikanmu? Apa aku harus begitu? Beri aku jawabanmu, katakan apa yang harus aku lakukan? KATAKAN!!







-little queen-
Rabu, 01 Mei 2013 0 komentar

Diam - diam

Aku menatap layar leptop sambil menuliskan sebuat tulisan yang ntah apa ini namanya. Ditab yang lain, aku melihat wajahmu yang terpampang jelas dari foto yang aku simpan. Kamu tau apa yang aku rasakan saat ini? Aku merasa dada ini terasa sesak, sesak karena rasa sakit yang aku buat sendiri. 
Aku memang bodoh, memendam rasa ini sendiri sampai membuat hati ini semakin tak berdaya. Hati ini semakin tak bisa aku kendalikan. Kamu tau kenapa hati ini terasa sakit? Hati ini sakit karena aku memendam perasaan yang tak kau tau. Aku diam - diam memperhatikanmu,  diam - diam menghawatirkanmu. Setiap hari, hanya pesanmu yang aku tunggu. Aku menunggu pesanmu ada dilayar hp walau hanya sebuah pesan singkat sms.
Kamu tau? betapa bahagianya ketika aku terima pesan singkatmu? Aku cukup bahagia mengetahui kamu baik - baik saja disana. Tapi apa kamu juga merasakan itu? Merasa khawatir akan diriku? Merasa bahagia ketika menerima pesan singkat dariku? Entahlah.
Aku tak pernah mau terlalu mengharapkan kamu juga menghawatirkanku. Aku juga tak mau terlalu berharap kamu memperhatikanku. Buatku, dengan memperhatikanmu diam - diam dan tau kau baik - baik saja itu sudah cukup melegakan bagiku.
Aku hanyalah aku, seorang gadis yang hanya bisa menyimpan perasaan ini sendiri. Dan aku harap kamu tau itu. :')





-tittle queen-
 
;