Hujan turun lagi hari ini.
Entah kenapa aku selalu merasa tenang ketika melihat hujan turun.
Hujan rintik - rintik, hujan yang penuh dengan ketenangan.
Dulu, waktu aku masih kecil aku sering maen hujan - hujanan. Aku merasa bebas, aku merasa bisa melakukan apapun sesuai apa yang aku inginkan.
Sekarang, aku hanya bisa melihat hujan yang turun dari langit. Hujan yang diberikan Tuhan untuk kita, hujan yang pernuh berkah.
Aku selalu yakin, bahwa setiap tetesan air hujan membawa pesan masing - masing yang diberikan Tuhan untuk kita. Entah itu pesan kebahagiaan, ataupun pesan kesedihan.
Disetiap hujan yang turun aku selalu merenung, merenung tentang kejadian - kejadian yang selama ini aku alami.
Tak sedikit memang aku ikut menurunkan "air hujan" dari sela - sela mataku. Yaa, aku memang sedikit perasa. Ketika aku memikirkan sesuatu, entah itu tentang diriku, keluargaku, sahabatku, atau bahkan orang aku sayangi, aku selalu menurunkan "air hujan" itu. Bukan, aku bukan gadis yang cengeng. Aku hanya sedikit perasa, sedikit perasa ketika memikirkan hal yang membuatku sedih.
Tapi, aku tak pernah suka melihat hujan yang turun dengan sangat tergesa - gesa. Hujan yang turun tanpa henti, hujan yang turun bersamaan dengan angin yang bertiup seoalah - olah sedang mengamuk. Aku tak suka hujan yang seperti itu. Hujan yang penuh dengan amarah. Hujan yang kadang merusak semuanya, merusak keindahan yang sudah diberika Tuhan untuk kita. Aku tak pernah suka itu.
Hujan, aku selalu menunggumu turun. Menunggumu turun dengan membawa tetesan air hujan yang selalu membuatku tenang. :)
-little queen-
Kamu yang dulu pernah ada di hati. Apa kabar? aku selalu berharap kamu baik - baik saja.
Kamu masih ingat tentang kisah kita dulu? iya, kisah singkat yang penuh dengan cerita.
Sedih, senang, tangis, tawa, semua ada dalam kisah kita. Tapi itu dulu, dulu waktu kita masih menjadi kita.
Apa kamu tau hatiku masih untukmu? kamu pasti tak pernah tau, atau mungkin tak pernah mau tau.
Aku tau, aku tak berhak untuk memintamu kembali karena aku tau kau pasti tak akan pernah mau untuk kembali.
Luka yang dulu ku torehkan di hatimu mungkin sampai saat ini tak bisa kau lupakan. Luka yang sampai sekarang masih membekas di hatimu, luka yang mungkin sangat sulit untuk kau hapus.
Aku mencoba mencari - cari, mencari hati lain untuk menggantikan dirimu di hatiku. Tapi tak pernah ku dapatkan, tak pernah ku dapatkan orang seperti kamu.
Mungkin banyak orang yang lebih baik darimu, tapi gak akan pernah ada orang sepertimu.
Tuhan, gak nyiptain manusia yang sama lebih dari satu kan?
Aku pernah berpindah dari satu hati ke hati yang lain, aku pernah mencoba menjalin hubungan sebagai seorang sepasang kekasih dari satu orang ke orang yang lain. Tapi tak ada yang bisa menyamaimu.
Mungkin waktu itu ragaku bersama mereka, tapi hatiku tak pernah bisa mengikat hati mereka. Kamu tau kenapa? karena di hatiku masih ada kamu yang menempati.
Kamu yang dulu ada di hati, aku harap kamu tau. Kamu tau disini aku masih memikirkanmu dan akan selalu begitu.
-little queen-
Malem ini saya mau sedikit cerita tentang seseorang yang sederhana. Beliau salah satu karyawan ayah saya yang cukup baik. Namanya Badi, biasa kita panggil De Badi. Beliau sosok orang yang sederhana, jarang ngeluh, baik hati, dan ramah. Beliau udah bertahun - tahun bantuin kerjaan bapak, cuma baru beberapa bulan ini beliau gak bantuin kerjaan bapak karena sakit. Gak tau sakit apa, denger - denger sih beliau sakit liver, sampe pernah di rawat seminggu di RS.
Aku sempet ikut umi buat jenguk beliau di rumah, kasian banget liatnya. Semua macam obat udah di kasih buat nyembuhin, tapi yaa tetep aja masih sakit. Pernah sih sakitnya agak membaik, tapi tiba - tiba parah lagi. Cuma bisa do'ain yang terbaik buat beliau.
Beliau punya satu orang anak dan satu orang istri. Gak tau kenapa anak semata wayangnya kayak kacang lupa sama kulitnya. Anaknya cowok udah punya istri, gak tau udah punya anak apa belum. Tiap hari bisanya cuma nyusahin orang tuanya aja, katanya sih gitu. Bapaknya yang lagi sakit pun gak di urusin, malah di mintain duwit. Kurang ajar gak tuh?
Tiap hari umi udah bilangin buat ngerawat bapaknya, bapak satu - satunya dan dia sebagai anak satu - satunya udah kewajiban dong buat ngerawat. Tapi yaa gitu, tetep aja dia seenaknya sendiri sama orang tuanya.
Dan hari ini 23 Januari 2013, beliau dipanggil sama ALLAH SWT. Gak nyangka aja, orang sebaik beliau bisa pergi secepat ini. Mudah - mudahan amal dan ibadahnya diterima di sisi ALLAH SWT. Aamiin.
Cuma mau ngingetin aja sih buat kalian - kalian termasuk saya, jangan lupa buat selalu ngejagain dan juga berbakti sama orang tua. Kalian pasti bakal nyesel kalau salah satu orang tua kita dipanggil sama ALLAH SWT. Kita udah gak bisa jagain lagi, cuma bisa jagain di makan mereka nanti.
Selalu inget sama pengorbanan - pengorbanan orang tua, jangan bisanya cuma nyusahin.
Selalu sayangi mereka yaa, mereka pasti juga sayang sama kita :)
-little queen-
;
- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact