Rabu, 27 Mei 2015 0 komentar

Mungkin Bukan Kamu

Pria baru itu, yang aku kenal belum lama ini. Aku pikir aku harus mengulang semua pemikiranku tentang dia. Iyaa, harus aku ulang.
Mungkin aku terburu - buru menyimpulkan bagaimana dia. Mungkin aku terlalu terlena dengan semua tutur bicaranya. Ah, aku memang seperti itu. Hanya mementingkan kenyamanan disaat semuanya belum aku tau.
Aku temukan sosok itu lagi, sosok yang dulu pernah aku coba untuk lupakan. Dan mungkin sampai sekarang aku masih mencoba untuk melupakan. Bukan orang yang sama, tetepi kepribadian mereka hampir sama. Tidak semua memang, karena sosok yang dulu benar benar bisa membuatku jatuh hati sampai sekarang :)
Mungkin aku terlalu memikirkan bagaimana caranya supaya rasa sepi ini tidak hadir lagi. Mungkin aku terlalu memikirkan bagaimana supaya aku tidak merasa sendiri lagi. Begitulah aku, suka memikirkan hal hal yang hanya membuatku bahagia sesaat. Padahal aku tau, teman - temanku selalu berusaha untuk tidak membuatku merasa kesepian ataukun sendirian.
Awalnya iya aku seolah - olah diterbangkan tinggi sampai ke awan, tapi semakin lama aku merasa itu hanya halusinasiku saja.  Aku mencoba untuk bangun, bangun dari sebuah mimpi yang membuatku terlena. Katanya, "orang baik akan mendapatkan orang yang baik juga. Disaat kamu belum mendapatkannya, akan ada orang - orang jahat yang masuk kekehidupanmu untuk menguji seberapa kuat hatimu bertahan untuk menunggu orang baik itu."
Yaaa, mungkin aku harus sedikit bersabar. Bersabar untuk mendapatkan yang benar - benar tulus. Bersabar untuk mendapatkan yang benar - benar bisa mengerti. Bersabar untuk mendapatkan yang benar - benar bisa menjaga. Mungkin Tuhan tau, saat ini aku masih belum bisa menjaga hatiku untuk orang yang lebih baik itu. Mungkin Tuhan tau, saat ini aku masih terlena dengan semua yang ada disini. Aku tau Tuhan pasti telah menyiapkan dia, orang baik yang lebih bisa mengerti aku dan bisa membuatku menjaga hatiku untuknya.


"Mungkin akan ku cari bagahagiaku, tetapi bukan dengan kamu."






-little queen-
Senin, 11 Mei 2015 0 komentar

Pria Baru Itu

Hari itu, hari dimana aku pertama kali mengenal pria itu. Pria yang belum pernah aku temui, pria yang baru aku kenal untuk pertama kali. Aku tak pernah meminta dia datang, aku tak pernah meminta kita dipertemukan. 
Dengan sikap sok tau, pria itu mengira aku orang yang pernah dia kenal. Padahal bukan. Aku pun tak pernah tau siapa dia. Entah hanya sekedar basa basi, atau memang pria itu benar - benar mengira aku orang yang pernah ia kenal.
Aku kira, kita hanya berkenalan seperti itu saja, salah mengenali orang kemudian pergi. Ternyata tidak, pembicaraan kita tidak hanya berhenti disitu, bahkan kita mengobrol kesana kesini seolah olah kita sudah lama saling mengenal. Kalian pernah seperti itu? Berbincang dengan orang yang baru kalian kenal, yang sebelumnya kalian tidak tau siapa dia, bahkan bertemu saja tidak pernah? Hahaha, konyol memang. 
Setiap hari kita saling bertukar cerita, berbincang hingga larut malam. Yaa, kita benar benar merasa seperti sudah mengenal lama. Tapi memang salah, kita belum pernah bertemu sebelumnya.
Dia sosok pria yang baik sepertinya, aku sedikit mulai mengenal bagaimana sifat pria itu. Walaupun kita belum pernah bertatapan muka. Aku cukup nyaman dengan situasi seperti ini. Daripada ada dalam situasi dimana kita saling bertemu, namun kemudian dia pergi begitu saja. Ah, sepertinya itu lebih sakit. Setidaknya, jika dia pergi mungkin sakit ini tak seperti dulu ketika orang yang sering kita jumpai pergi begitu saja.

"Biarlah aku cari sendiri bahagiaku, bagaimanapun caranya."





-little queen-

 
;