Senin, 27 Mei 2013

Aku tak pernah lupa

Tuan, kamu mungkin telah membaca semua tulisanku yang aku tulis untukmu. Kamu mungkin tau itu semua untukmu. Tanpa aku memberitahumu, kamu pun pasti sudah tau itu untukmu.
Tuan, aku tau kamu mungkin kecewa dengan semua ucapanku. Aku tau kamu mungkin marah dengan semua kata - kataku yang aku tulis. Yaa, aku tau itu. Aku tau dari pesan singkat yang kau kirimkan untukku setelah kau baca tulisanku.
Tuan, kamu tau? Aku tak akan pernah lupa dengan semua yang telah kau berikan untukku. Aku tak akan pernah lupa dengan semua ucapanmu. Aku tak akan pernah lupa dengan semua semangatmu. Aku tak akan pernah lupa dengan semua dukungan yang kau berikan untukku.
Kamu tau apa yang sampai sekarang aku ingat tentangmu? Aku selalu ingat kau tak pernah berhenti memberi semangat untukku. Kau ingat ketika aku dikucilkan dulu tuan? Ketika aku menelfonmu sambil menangis sesenggukan, kamu bertanya - tanya apa yang terjadi. Sambil menangis aku menceritakan semua yang terjadi, aku bercerita sambil terbatabata karena menahan tangis yang akhirnya tak bisa aku tahan lagi. Kamu tau saat itu mereka benar - benar mengucilkanku, mereka menjauhiku tanpa ada sebab dan tanpa ada alasan yang aku mengerti. Aku masih ingat ketika kamu bilang, aku tak pantas menangisi mereka yang telah menghinaku. Kau bilang air mataku terlalu berharga untuk menangisi mereka yang tak pernah bisa menghargaiku. Yaa, aku tak akan pernah lupa itu tuan. Kamu satu - satu nya orang yang berani membelaku. Kamu satu - satunya orang yang selalu ada disampingku saat itu. Terimakasih tuan.
Tuan, kamu ingat dengan kegilaan kita diwaktu malam? iyaa, setiap malam kita menghabiskan waktu untuk memecahkan rekok menelfon sampai pagi. Dan kamu ingat? kita pernah melakukan itu. Hampir 12 jam kita berbincang tanpa henti. Ah, aku tak pernah lupa dengan itu.
Tuan, aku juga ingat ketika kau memarahiku habis - habisan disaat aku melakukan kesalahan. Kamu memarahiku sampai aku tak bisa berkata - kata. Duuh, memang selalu seperti itu ketika kamu memarahiku. Lidahku terasa kelu ketika kamu mulai memarahiku. Tapi aku tau, itu semua untuk kebaikanku.
Tuan, aku juga akan selalu ingat ketika kamu menangis didepanku. Dan itu karena aku. Kamu satu - satu nya lelaki yang menangis karenaku. Kamu satu - satunya lelaki yang meneteskan air mata untukku. Aku tak akan pernah lupa itu tuan.
Tuan, mungki ada yang kau lakukan tidak berkenan dihatiku. Tapi, tak semua yang kau lakukan untukku itu tak bisa ku terima. Kamu masih tetap yang terbaik untukku, kamu masih tetap menjadi rajaku. Aku tak akan pernah lupa dengan semua kebaikan yang kamu berikan untukku. Mungkin aku pernah menyebut semua perlakuanmu itu tak masuk akal. Tapi aku tau, semua itu memang yang terbaik untukku.
Kamu akan selalu jadi kingchovnya aku, kingchovnya iinyoo :)
Terimakasih tuan!



-little queen-

0 komentar:

Posting Komentar

 
;